SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, berencana akan membangun Landmark atau ikon simbol identitas suatu wilayah, di tiga lokasi yang menjadi pusat keramaian masyarakat.
Landmark ini akan menjadi simbol kebanggaan Kabupaten Serang, karena memberikan karakter khusus yang membedakan suatu daerah dengan daerah lainnya, serta diyakini dapat mendorong industri pariwisata lokal dan menciptakan peluang ekonomi baru melalui perhotelan, kuliner, dan UMKM di sekitarnya.
Kemudian Landmark juga menjadi simbol filosofis atau pencapaian sejarah masyarakat setempat, sehingga memperkuat rasa memiliki dan kebanggaan masyarakat.
Serta area sekitar Landmark nanti juga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berkumpul, berinteraksi, dan mengadakan berbagai acara, karena dirancang sebagai ruang terbuka publik.
Kepala Badan Perencanaan, Pengembangan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Serang Devid Hermawan mengatakan, ada empat wilayah yang direncanakan pembangunan Landmark yaitu, Kecamatan Anyar, Kecamatan Ciruas, Kecamatan Kramatwatu, dan wilayah Serang Timur.
“Keempat wilayah ini identik dengan keramaian, direncanakan pembangunan Landmark ini akan disana,” katanya, Kamis 14 Mei 2026.
Devid mengatakan, tujuan dibangunnya Landmark ini dalam rangka memenuhi keinginan-keinginan masyarakat, bawah Kabupaten Serang harus punya ikon wilayah tersendiri seperti daerah lain.
Kemudian dengan adanya Landmark diyakini bisa mendorong pariwisata lokal serta menciptakan peluang ekonomi baru bagi UMKM dan lainnya, sebab dapat akan dimanfaatkan untuk berbagai macam kegiatan karena dirancang sebagai ruang terbuka publik.
“Kita akan kombinasikan menjadi suatu tempat, yang secara potensi wilayah nilainya itu ada dan, bisa meningkatkan perekonomian masyarakat dengan berbagai UMKM dan kegiatan lainnya,” ujarnya.
Dikatakan Devid, adapun desain Landmark masih dalam tahap pengkajian, begitupun juga dengan berapa besar anggaran yang akan digunakan, namun diproyeksikan pembangunannya akan dimulai di 2027 mendatang.
“Nanti bentuk di Landmark ini akan ada simbol yang identik dengan suatu daerah, desain nya masih dalam proses begitupun dengan anggaran juga, mudah-mudahan 2027 sudah kita mulai,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah pada Bapperida Kabupaten Serang Hotman Siregar mengatakan, pembangunan Landmark ini tidak hanya berfokus di Kecamatan Anyar, yang selama ini menjadi pusat keramaian masyarakat baik lokal maupun luar daerah.
Namun ada tempat lainnya yang dinilai cocok untuk pembangunan Landmark, karena memiliki pusat keramaian yang sama seperti Kecamatan Ciruas, Kramatwatu, dan wilayah Serang Timur.
“Supaya pusat keramaian publiknya tidak melulu terpusat di Anyar saja, bisa tempat lainnya yang juga tidak kalah ramai dengan disana. Jadi, tidak hanya satu Landmark yang kita bangun nanti,” katanya.
Hotman mengatakan, saat ini prosesnya sedang melakukan kajian rencana pembangunannya melalui DPUPR Kabupaten Serang, dengan menyiapkan desainnya hingga titik lokasinya.
“Seperti di Kecamatan Anyar, mungkin akan dibangun di titik nol nya, masih dalam kajian ya semoga di 2027 bisa terealisasi,” ujarnya. (*)
Reporter : Agung Gumelar










