Tabligh Akbar Harmony Fest Dan Satunan Anak Yatim, Ramaikan Rangkaian HUT ke-17 Kota Tangsel

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan (tengah) foto bersama anak yatim seusai santunan di Masjid Al Itishom, Ciputat. Tri Budi/Bantenekspres.co.id

 

CIPUTAT,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemkot Tangsel mengadakan Tabligh Akbar Harmony Fest 2025, Rabu, 3 Desember 2025. Acara yang dilaksanakan di Masjid Al Itishom di kawasan Balai Kota tersebut diadakan dalam rangkaian HUT ke-17 Kota Tangsel.

Bacaan Lainnya

Hadir dalam Tabligh Akbar Harmony Fest tersebut Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan, Asda I Kota Tangsel Chaerudi dan sejumlah kepada OPD dilingkup Pemkot Tangsel. Dalam tabligh akbar tersebut juga dilakukan santunan terhadap 350 anak yatim dari 11 rumah yatim yang ada di Kota Tangsel.

Tabligh akbar juga diisi tausiah yang dibawakan oleh Ustadz Muhammad Assad. Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, Tabligh Akbar Harmony Fest merupakan salah satu rangkaian agenda dalam perayaan Milad atau HUT ke-17 Kota Tangsel yang diisi dengan kegiatan Tabligh Akbar bersama para majelis taklim se-Kota Tangsel.

“Tadi kita telah bersama-sama mengikuti tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Assad, dan kegiatan ini ditutup dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim,” ujarnya kepada wartawan sesuai acara, Rabu, 3 November 2025.

Pilar menambahkan, Tabligh Akbar Harmony Fest merupakan wujud rasa syukur Pemkot Tangsel bersama seluruh masyarakat dalam menyambut hari jadi Tangsel yang ke-17. Ia berharap mudah-mudahan Kota Tangsel ke depan semakin berjaya, semakin baik, semakin maju, dan masyarakatnya semakin sejahtera.

“Ini sesuai dengan moto kota kita, yakni Cerdas, Modern dan Religius. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian akhir dari peringatan Milad Tangsel yang diselenggarakan pada bulan Desember ini, khususnya dari sisi kegiatan keagamaan,” tambahnya.

Menurutnya, dari sisi nilai religius, perlu dipahami bersama bahwa Kota Tangsel sejak awal berdiri dilandasi oleh semangat keagamaan. Kota Tangsel dibangun oleh para alim ulama, tokoh agama, dan masyarakat yang berakhlak mulia.

Artinya, sebuah kota yang ingin maju harus memiliki integritas moral yang kuat. Salah satu caranya adalah dengan menanamkan nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagaimana kita ketahui, di Kota Tangsel terdapat berbagai macam agama.

“Apabila seluruh pemeluk agama benar-benar menjadikan nilai-nilai ajaran agamanya sebagai dasar dalam kehidupan sehari-hari, InsyaAllah Tangsel akan menjadi kota yang maju dan berkarakter. Karena menjadi kota yang cerdas saja tidaklah cukup. Menjadi kota modern juga tidak akan kokoh tanpa dilandasi nilai-nilai agama,” tuturnya.

Pilar mengaku, Kota Tangsel ibarat sedang membangun sebuah bangunan. Di usia 17 tahun ini, Kots Tangsel sedang membangun sebuah kota yang indah dan layak huni. Namun, apabila pondasinya rapuh, tidak diperkuat dengan nilai-nilai keagamaan, maka bangunan tersebut dapat runtuh dari bawah.

Oleh karena itu, nilai agama harus menjadi fondasi utama. Hal ini juga sejalan dengan dasar negara kita, Pancasila, yang menempatkan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama. Artinya, nilai keimanan dan keagamaan menjadi landasan utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Maka apapun agama yang dianut oleh masyarakat Tangsel, saya berharap seluruh masyarakat tetap dekat dengan agama dan menerapkan nilai-nilai luhur agama dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya. (*)

 

Pos terkait