Culinary Day 2025, Merawat Identitas Budaya Lokal

Wali Kota Tangerang Sachrudin bersama Wakil Wali Kota Maryono Hasan dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Boyke Urif Hermawan menyaksikan proses memasak 1000 porsi laksa.

KOTA TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID–Culinary Day 2025 Kota Tangerang tak sekadar menyajikan berbagai masakan. Melainkan melestarikan budaya lokal melalui makanan. Culinary Day yang digelar di Alun-alun Ahmad Yani, Kota Tangerang menyajikan berbagai makanan. Mulai makanan tradisional hingga modern.

Salah satu makanan tradisional yang tonjolkan adalah laksa. Di acara ini digelar memaksa laksa sebanyak 1000 porsi dengan koki Nyak Kopsah. Warga yang datang mendapatkan satu porsi laksa gratis. Wali Kota Tangerang Sachrudin yang turut hadir menyampaikan, kegiatan ini menjadi sarana pelestarian sekaligus pengenalan kuliner lokal agar semakin dikenal masyarakat.

Bacaan Lainnya

Ia menekankan pentingnya menjaga identitas budaya melalui cita rasa khas yang dimiliki. “Seribu porsi laksa disajikan hari ini sebagai salah satu makanan khas Kota Tangerang. Ini bentuk upaya kita memberi ruang pemasaran sekaligus melestarikan kuliner daerah,” kata Sachrudin. 

Selain bazar kuliner, acara juga diisi lomba mewarnai untuk anak-anak TK dan SD, penampilan sejumlah musisi lokal, serta partisipasi hotel dan restoran yang menghadirkan menu andalan mereka kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang Boyke Urif Hermawan menjelaskan, laksa menjadi magnet utama di gelaran tahun ini. Terutama karena dimasak langsung oleh content creator kuliner lokal Nyak Kopsah dan dibagikan gratis kepada ribuan pengunjung. 

“Kegiatan ini adalah bentuk nyata kami untuk mempromosikan dan mengenalkan kuliner khas Kota Tangerang agar bisa dinikmati dan menjadi pertumbuhan nilai ekonomi bagi masyarakat,” kata Boyke.

Ia menambahkan, Culinary Day digelar sebagai upaya meningkatkan eksposur kuliner daerah, memperkuat UMKM, sekaligus membuka peluang ekonomi baru di sektor pariwisata. Ia berharap masyarakat semakin bangga dan aktif mempromosikan kuliner lokal sebagai daya tarik wisata kota.

Antusiasme warga tampak tinggi, terutama pada sesi “Masak dan Makan Besar 1.000 Porsi Laksa” yang menjadi pusat perhatian. Banyak keluarga dan pengunjung memanfaatkan akhir pekan untuk mencicipi hidangan khas sekaligus menikmati hiburan yang disediakan.

Dengan kolaborasi lintas komunitas, pelaku UMKM, hingga sektor hotel, Culinary Day 2025 kembali membuktikan diri sebagai salah satu agenda kuliner terbesar di Kota Tangerang yang mampu mengangkat citra wisata sekaligus merawat identitas budaya lokal. (adv)

Pos terkait