Dispar Banten Fokus Kembangkan Tiga Poin di 2026

Kepala Dispar Banten Eli Susianti saat memberikan sambutan dalam acara Pengembangan Kemitraan Pariwisata dan Ekraf bersama Pokja Wartawan Ekbispar di Cafe Dekat Rumah, Kota Serang, Rabu 19 November 2025.

SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Banten bergerak cepat untuk pengembangan pariwisata di wilayahnya. Terdapat tiga poin penting yang akan mulai digalakan agar pariwisata di Banten bisa jadi motor pertumbuhan ekonomi.

Kepala Dispar Banten Eli Susianti mengatakan, tiga poin yang akan dikembangkan tersebut, yaitu penataan destinasi wisata, peningkatan sumber daya manusia (SDM), dan promosi.

Bacaan Lainnya

“Itu tiga hal yang saat ini kita sedang fokuskan,” katanya usai acara Pengembangan Kemitraan Pariwisata dan Ekraf bersama Pokja Wartawan Ekbispar di Cafe Dekat Rumah, Kota Serang, Rabu 19 November 2025.

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya tengah menyusun jumlah destinasi wisata yang memiliki potensi besar untuk bisa dikembangkan. Adapun kebutuhan anggaran akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing destinasi wisata.

“Masing-masing sedang dihitung karena ada lokasi-lokasi tertentu yang sebetulnya mempunyai potensi untuk bisa dikembangkan, kita sedang berkolaborasi dengan berbagai pihak, langkah ke depan potensi ini harus disediakan dan itu perlu semacam masterplan, kemudian DED dan sebagainya,” ujarnya.

“Sampai saat ini jumlah kebutuhan anggaran seberapa masih kita hitung belum, tapi ya per tahun harapan kami anggaran-anggaran yang dialokasikan kepada Dinas Pariwisata demi kemajuan pariwisata di Banten terus meningkat,” tambahnya.

Menurut Eli terdapat banyak objek wisata yang dapat dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun mancanegara diantaranya, Taman Nasional Ujung Kulon, Pantai Anyer, Pulau Sangiang, Kampung Baduy, dan beberapa tempat ikonik lainnya seperti Tanjung Lesung hingga Taman Hutan Raya (Tahura). Tujuan wisata ini diharapkan mampu menjadi daya tarik wisatawan.

Saat ini Dispar Banten juga tengah fokus dalam meningkatkan layanan dan aksesibilitas khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Hal ini penting dilakukan agar wisatawan merasa aman nyaman dan terus berdatangan ke Banten.

Apalagi biasanya momentum ini kerap jadi kesempatan untuk memasang tarif yang luar biasa bagi wisatawan.

“Isu-isu yang biasanya muncul di menjelang Nataru dan kemudian juga perilaku masyarakat yang kadang-kadang mungkin karena melihat kunjungan wisata yang sedemikian banyak
kadang-kadang tidak tertib dalam memasang tarif dan lain sebagainya, itu yang ingin kita pastikan di tahun 2025 ini mudah-mudahan kita minimalisir hal-hal ini,” paparnya. (*)

 

Pos terkait