KARAWACI,BANTENEKSPRES.CO.ID –Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang melaksanakan Konfercab ke VI di Ponpes Raudhatulsalam, Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Cimone, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Banten. Sabtu 8 November 2025.
Konfercab PCNU tersebut merupakan forum permusyawaratan tertinggi di tingkat cabang untuk mengevaluasi kinerja, merumuskan program kerja lima tahunan, dan memilih kepemimpinan baru bagi periode berikutnya.
Pasca perhelatan organisasi usai, terpilih KH Abdul Mu’thi sebagai Rois Syuriah PCNU Kota Tangerang dan H. Ahmad Kafi sebagai Ketua Tanfidziah. Keduanya menegaskan komitmennya untuk memperkuat konsolidasi internal dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam keterangannya kepada wartawan KH Abdul Mu’thi, menyampaikan bahwa keberadaan NU harus bisa dirasakan langsung oleh umat melalui program sosial yang konkret. Hadir lebih dekat ditengah-tengah masyarakat Kota Tangerang.
“Saya berharap NU itu manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Di Kota Tangerang sepertinya hal itu belum terwujud. Saya ingin NU minimal punya klinik di beberapa MWCN, juga ambulans. Hal-hal yang bermanfaat seperti itu yang dibutuhkan,” ujarnya.
Menurutnya, makna keberadaan organisasi keagamaan harus tercermin dari pengabdian terhadap umat.
“NU itu Khairul Jam’iyah Anfa’u Lil Jama’ah, sebaik-baiknya organisasi adalah yang bermanfaat bagi umatnya. Karena itu, pengurus NU wajib turun ke bawah, melayani masyarakat tanpa imbalan,” tegas KH Mu’thi.
Ia juga menyoroti pentingnya pengurus turun langsung menyapa kader di tingkat bawah, baik di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCN) maupun di badan otonom (Banom).
“Selama ini mungkin pengurus kurang menyentuh ke bawah. Karena itu kami berencana turba ke tiap MWCN dan Banom. Dengan disapa, mereka merasa diakui dan punya ‘bapak’ dalam organisasi,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tanfidziah PCNU Kota Tangerang, Ahmad Kafi menekankan pentingnya kebersamaan setelah proses pemilihan kepengurusan selesai.
“Perhelatan sudah selesai. Sekarang saatnya kita bersama-sama kembali, baik yang mendukung maupun tidak. Konsolidasi internal jadi prioritas utama bagi kami,” ungkapnya.
Ia menuturkan, langkah berikutnya adalah memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat dan stakeholder di Kota Tangerang agar NU semakin hadir di tengah masyarakat, sejalan dengan arahan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
“Kami akan membentuk lembaga-lembaga sesuai bidangnya, seperti kepesantrenan, kemasjidan, dakwah, ekonomi, LAZISNU, hingga pendidikan. Orang-orang yang tepat akan ditempatkan di posisi yang sesuai agar bisa menopang visi dan misi NU,” jelasnya.
Untuk diketahui, saat ini, PCNU Kota Tangerang membawahi 13 MWCN (tingkat kecamatan) dan 104 ranting (tingkat kelurahan).
Di akhir pernyataannya, Kafi menegaskan pentingnya soliditas antarstruktur organisasi. “Tidak boleh ada lembaga atau Banom yang berjalan sendiri. Semua harus satu komando dan searah dengan struktur PCNU. Insyaallah tidak akan ada perpecahan. Kita semua saudara, dan perjuangan baru saja dimulai,” pungkasnya. (*)










