Petugas Samsat Rangkasbitung Tidak Kooperatif, Enggan Dimintai Keterangan

Warga Antre di Samsat Rangkasbitung untuk membayar pajak di hari terakhir, kemarin. Foto : A Fadilah/BantenEkspres.co.id

RANGKASBITUNG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Kepala UPT Samsat Rangkasbitung bersama pejabat lainnya dinilai tidak kooperatif kepada sejumlah wartawan yang hendak konfirmasi untuk meminta data hasil program penghapusan pajak tertunda yang berakhir pada 31 Oktober 2025 lalu.

Informasi yang dihimpun, sejak kamis hingga Jumat BantenEkspres bersama sejumlah media lokal lainnya mencoba menemui hingga menghubungi melalui whatsapp dan telepon sleluler kepala UPT Samsat Rangkasbitung Endad dan sejumlah kasie-nya tidak pernah merespon dan enggan menemui wartawan.

Bacaan Lainnya

“Sudah di watshap dab telepon engga dirapon, bahkan saat ditemui juga petugas samsat tidak ada yang kooperatif,” kata Nurhadi, wartawan Radar Banten, Minggu 2 November 2025.

Hal yang sama dikatakan Aldi wartawan Banten Raya, dia mengaku sejak empat hari lalu mencoba mendapatkan informasi di Samsat Rangkasbitung, tapi tidak ada yang mau ditemui dan dikonfirmasi.

“Saya menyarankan kenapa pejabat Samsat di Lebak enggan dimintai keterangan, jika tidak mau konfirmasi jangan menjadi pejabat,” papar Aldi.

Pantauan BantenEkspres, pada hari terakhir program pemutihan pajak, terlihat ntusiasme warga Kabupaten Lebak di Kantor Samsat Rangkasbitung pada Jumat 31 Oktober 2025. Ratusan warga tampak memadati area pelayanan sejak pagi untuk memanfaatkan hari terakhir program pemutihan denda pajak kendaraan bermotor yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Banten. Program ini memberikan keringanan berupa penghapusan denda pajak kendaraan bagi masyarakat yang menunggak.

Sejak pukul 07.00 WIB, antrean panjang terlihat di area parkir Samsat Rangkasbitung, Desa Rangkasbitung, Kecamatan Rangkasbitung. Petugas pun tampak sigap melayani warga.

Salah satu warga, Mia, mengaku rela datang lebih awal agar bisa segera melunasi pajak kendaraannya. Ia menilai program pemutihan ini sangat membantu masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih belum sepenuhnya pulih.

“Saya senang sekali dengan adanya program ini. Lumayan, bisa bebas dari denda yang cukup besar. Jadi, uangnya bisa dipakai untuk kebutuhan lain,” ujar Mia.(*)

Reporter : A Fadilah

Pos terkait