WALANTAKA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Warga Graha Walantaka, Kelurahan Pengampelan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, dibuat heboh dengan temuan tumpukan limbah medis berbahaya atau B3 di sekitar area Perumahan Graha Walantaka. Tumpukan limbah tersebut ditemukan sejak akhir pekan lalu dan hingga kini menimbulkan keresahan warga sekitar.
Limbah berbahaya yang ditemukan warga berisi sejumlah alat medis seperti selang infus, suntikan bekas, kantong darah, hingga tabung yang diduga digunakan untuk proses cuci darah. Warga menduga, limbah tersebut dibuang secara sembunyi-sembunyi pada malam hari oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Suharti, warga RT 22 RW 05 Graha Walantaka, mengaku sangat khawatir dengan kondisi tersebut. Menurutnya, keberadaan limbah B3 itu mengancam kesehatan dan keselamatan warga, terutama anak-anak yang kerap bermain di sekitar lokasi.
“Menurut kami, hal itu sangat merugikan bagi lingkungan, khususnya warga Graha Walantaka RT 22 RW 05. Setiap sore banyak anak-anak bermain di sekitar lokasi, dan keberadaan limbah berbahaya itu tentu menimbulkan kekhawatiran,” ujar Suharti saat ditemui Bantenekspres.co.id di lokasi, Jumat Oktober 2025.
Ia menuturkan, banyak warga yang mulai mengalami gangguan kesehatan sejak limbah itu ditemukan. “Banyak warga yang mulai sakit, apalagi sekarang cuaca tidak menentu, kadang panas, lalu hujan. Ketika limbah itu dibuka, terlihat ada darah, suntikan, dan selang medis. Kami khawatir menimbulkan penyakit. Kami mohon dinas terkait segera menanganinya,” katanya.
Suharti menambahkan, warga awalnya tidak mengetahui bahwa tumpukan itu berisi limbah medis. “Awalnya kami kira itu hanya sampah biasa di pinggir TPU. Setelah dilihat, ternyata limbah medis, katanya sampai dua mobil jumlahnya. Dibuang malam hari, jadi warga baru tahu setelah ada yang melapor,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat Walantaka Muslim Sholeh membenarkan adanya penemuan limbah medis di wilayahnya. Ia menyebut, limbah tersebut pertama kali ditemukan pada Sabtu 11 Oktober 2025 lalu, sekitar pukul 22.00 WIB malam oleh warga setempat.
“Saya mendapat informasi dari saksi di lapangan bahwa limbah tersebut dibuang pada hari Sabtu sekitar pukul 10 malam,” ujarnya.
Muslim menjelaskan, pihaknya bersama kelurahan dan petugas langsung meninjau lokasi setelah laporan warga diterima. Dari hasil pemeriksaan sementara, ditemukan berbagai alat medis dengan label dari beberapa rumah sakit.
“Di lokasi ditemukan berbagai alat medis seperti selang infus, suntikan, serta tabung yang diduga digunakan untuk cuci darah. Dari sampel yang ada, terdapat label nama rumah sakit pada beberapa limbah tersebut,” jelasnya.
Terkait dugaan asal limbah, pihak kecamatan belum dapat memastikan secara resmi. “Belum bisa dipastikan, namun berdasarkan tulisan pada beberapa sampel, ada indikasi berasal dari rumah sakit di Kabupaten Serang, bahkan ada juga kemungkinan dari luar Banten,” katanya.
Sebagai langkah cepat, pihak kecamatan telah memasang garis pengaman dan mengimbau warga untuk tidak mendekati lokasi. Koordinasi juga telah dilakukan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang untuk penanganan lebih lanjut.
“Kami langsung memasang garis pengaman dan mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi karena limbah itu berbahaya. Kami juga sudah berkoordinasi dengan DLH dan menunggu tindak lanjut mereka,” ucapnya. (*)










