SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menegaskan arah pembangunan Kota Serang kini berfokus pada peningkatan sarana dan prasarana perkotaan, sekaligus membuka ruang besar bagi pertumbuhan ekonomi baru. Seluruh langkah tersebut terangkum dalam visi dan misi Wali Kota Serang Budi Rustandi yang dikenal dengan jargon “Serang Bagus”, yang diarahkan bukan sekadar pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembentukan ekosistem ekonomi yang berdaya saing dan menarik bagi investor.
Ketua Satgas Percepatan Pembangunan dan Investasi Kota Serang, Wahyu Nurjamil, menjelaskan bahwa visi besar “Serang Bagus” mencakup sejumlah kawasan strategis yang menjadi prioritas revitalisasi. Fokus pembangunan, kata dia, saat ini diarahkan pada kawasan Pasar Lama, Alun-Alun, Royal, hingga Jalan Diponegoro, serta perbaikan Pasar Kepandean dan Pasar Induk Rau.
“Semua ini adalah bagian dari upaya menjadikan Kota Serang sebagai destinasi wisata perkotaan yang tertata dan nyaman, sekaligus memunculkan pusat-pusat ekonomi baru bagi masyarakat,” ujar Wahyu kepada Bantenekspres.co.id Kamis 16 Oktober 2025.
Menariknya, arah pembangunan Kota Serang tidak semata-mata mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Wahyu menegaskan, pemerintah kota saat ini menerapkan pola pembiayaan kolaboratif antara APBD, APBN, dan juga sektor swasta.
“Tidak semua proyek pembangunan ditanggung oleh APBD. Misalnya, pembangunan di kawasan Kepandean didukung oleh APBN, APBD, serta kerja sama dengan pihak swasta melalui Dinas Komunikasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Dinkomperindag),” jelasnya.
Sedangkan untuk kawasan Royal, pembiayaan berasal dari APBD Kota Serang. Adapun revitalisasi Pasar Lama dikerjakan melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia (BI), Bank BJB, dan PT Sinar Sosro. “Model kerja sama seperti ini kami dorong terus agar beban keuangan daerah tidak terlalu berat, tetapi hasil pembangunan tetap bisa dirasakan masyarakat,” tambah Wahyu.
Meski sempat terjadi penyesuaian anggaran dari pemerintah pusat, Pemkot Serang memastikan program “Serang Bagus” tetap berjalan. Wahyu mengatakan, Wali Kota menekankan prinsip efektivitas dan efisiensi belanja publik, dengan memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar memberikan dampak ekonomi yang nyata.
“Pemkot ingin memastikan bahwa pengeluaran daerah memiliki kualitas dan hasil yang konkret. Fokusnya bukan hanya membangun infrastruktur, tapi juga memastikan pembangunan itu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat dan peningkatan PAD,” paparnya.
Selain itu, Wahyu menambahkan, pemerintah kota juga aktif menjajaki dukungan dari pihak ketiga dan kementerian teknis agar proyek-proyek strategis tidak terhenti akibat keterbatasan anggaran. “Kami berupaya membuka peluang investasi dan dukungan lintas sektor agar arah pembangunan Serang tetap bergerak maju,” ucapnya.
Dalam konteks percepatan pembangunan, Satgas Percepatan Pembangunan dan Investasi Kota Serang memiliki peran penting dalam membuka ruang investasi dan membangun kepercayaan investor. Menurut Wahyu, Satgas bertugas mendorong terwujudnya kolaborasi yang saling menguntungkan antara pemerintah dan pelaku usaha.
“Pemerintah mempersiapkan regulasi, infrastruktur, dan kepastian hukum. Sementara pihak swasta didorong untuk berperan dalam pembiayaan dan pengembangan aktivitas ekonomi di kawasan-kawasan potensial,” terangnya.
Ia menyebut konsep pembangunan yang tengah dijalankan Pemkot Serang adalah ‘government as enabler’, di mana pemerintah berperan sebagai fasilitator dan penggerak utama pertumbuhan ekonomi lokal. “Pendekatannya bukan semata proyek, tapi sistem pembangunan yang berkelanjutan,” tegas Wahyu.
Ke depan, arah pembangunan Kota Serang akan terus mengacu pada penguatan kawasan pusat kota dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan dukungan lintas sektor dan keterlibatan aktif investor, diharapkan wajah Kota Serang akan berubah menjadi kota yang tertata, produktif, dan berdaya saing.
“Serang ke depan harus menjadi kota yang bukan hanya indah dilihat, tetapi juga hidup secara ekonomi. Itulah makna dari Serang Bagus, bagus secara infrastruktur, bagus dalam tata ruang, dan bagus dalam kesejahteraan masyarakatnya,” tutup Wahyu (*)
Reporter: Aldi Alpian Indra










