Festival Jajanan Banten Jadi Ajang Promosi Pariwisata Banten

Plt Kepala Dispar Banten Linda Rohyati Fatimah memamerkan jajanan khas Banten di KP3B, Kota Serang, Sabtu 4 Oktober 2025.

SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Pariwisata (Dispar) menggelar Festival Jajanan Banten pada momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Banten ke-25 di KP3B, Kota Serang, Sabtu 4 Oktober 2025.

Kegiatan tersebut menjadi momen promosi pariwisata Banten lewat kuliner khas masing-masing daerah yang ada di Provinsi Banten. Tujuannya agar Banten menjadi salah satu daerah tujuan wisata, bukan hanya terkenal karena wisata alam melainkan juga wisata kuliner.

Bacaan Lainnya

Plt Kepala Dispar Banten Linda Rohyati Fatimah mengatakan, Festival Jajanan Banten merupakan bagian dari agenda perayaan HUT Banten ke-25. Festival itu menghadirkan 27 jenis jajanan khas masing-masing daerah yang ada di Banten. Seperti laksa makanan khas Kota Tangerang, dan es mang cawa khas Kabupaten Pandeglang.

“Kemudian ada juga jojorong, kikiping, dan lain sebagainya. Ini sebagai bentuk mengenalkan kearifan lokal kepada masyarakat Banten agar bisa menjaga (lestari-red),” katanya.

Dalam kesempatan itu, Dispar Banten membagikan seluruh jajanan tersebut secara gratis kepada masyarakat yang ada di wilayah KP3B, Kota Serang. Hal ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas Provinsi Banten yang menginjak usia 25 tahun.

“Kami ingin masyarakat juga merasakan syukur dan kemeriahan HUT Banten ke-25,” ujarnya.

Menurut Linda, Provinsi Banten merupakan daerah yang tidak hanya kaya akan wisata alam seperti pantai, wisata budaya dan religi, melainkan juga kaya akan kuliner khas.

Namun hal itu perlu mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan muda untuk terus menggaungkan kuliner khas Banten, dan tentunya dapat menjadi daya tari pariwisata mancanegara.

“Sebenarnya potensi jajanan lokal, salah satu potensi yang harus dijaga kearifan lokalnya, dipertahankan dan dikenalkan kepada semua generasi, dan tentunya dikenal oleh wisatawan,” ungkapnya.

Linda mengaku, Dispar Banten terus mendukung pengembangan potensi pariwisata di Banten. Dukungan tersebut dilakukan dengan memberikan pembekalan pelatihan, pembinaan, hingga sertifikasi pelaku usaha kuliner, termasuk pada 17 subsektor ekonomi kreatif (Ekraf).

“Jadi bukan hanya pelaku usaha kuliner, tapi juga fotografer, videografer, seni, dan lainnya. Kami sentuh semua untuk mempertahankan potensi pariwisata di Banten,” tuturnya. (*)

 

Pos terkait