RANGKASBITUNG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pos polisi untuk pengamanan hari besar yang berada di Alun-alun Rangkasbitung diduga dijadikan tempat mesum oleh sejumlah orang tak bertanggungjawab. Bahkan, Pos terpadu tersebut digunakan tempat tidur dan istirahat para ODGJ dan orang-orang jalanan jalanan lainnya.
Pos polisi yang terbuat dari bahan triplek dengan rangka baja dengan hiasan bangunan ala rumah ibadah atau mesjid tersebut dibangun diatas badan jalan dan trotoar, sepertinya sengaja tidak dibongkar agar bisa digunakan lagi untuk kegiatan pengamanan hari-hari besar selanjutnya.
Namun, karena ditinggalkan begitu saja tanpa ada perawatan dan tidak memiliki pintu, sehingga siapapun bisa masuk.
“Iya pos polisi itu sering digunakan para ODGJ dan gembel untung tiduran, bahkan kalau malam hari sering digunakan untuk mojok atau pacaran, mungkin mereka berbuat mesum di dalam,” kata Seorang penjual makanan di pujasera Alun-alun Rangkasbitung yang enggan disebutkan namanya, Selasa 9 September 2025.
Hal senada dikatakan, Asda l Pemda Lebak, Al Kadri, jika dirinya juga mendengar hal tersebut dari para pedagang sekitar Pos polisi Alun-alun. Mereka mengadukan langsung kepada dirinya, jika pos keamanan untuk hari besar tersebut sering dijadikan tempat tidak senonoh.
“Harusnya memang dibongkar jika sudah selesai pengamanan, agar tidak disalahgunakan seperti itu, namun yang berwenang polisi, silahkan konfirmasi ke sana,” ucap Al Kadri.(*)










