KELAPADUA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Hasil pemeriksa kesehatan gratis pada siswa yang dilakukan oleh Puskesmas Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua, tidak ada penyakit yang berbahaya terhadap siswa SMPK Penabur Gading Serpong beberapa waktu lalu.
Bahkan buka hanya siswa SMPK Penabur Gading Serpong saja, tetapi ada 12 sekolah SD, SMP, dan SMA di wilayah Puskesmas Kelapa Dua telah dilakukan Cek kesehatan Gratis (CKG). Dan itu, memang sudah menjadi program puskesmas Kelapa Dua untuk melakukan cek kesehatan gratis kepada siswa.
Kepala Puskesmas Kelapa Dua dr. Salmawati mengatakan, dari CKG yang dilakukan di 12 sekolah termasuk di SMPK Penabur Gading Serpong tidak ditemukan penyakit yang berbahaya, hanya penyakit ringan seperti mata akibat bermain handphone terlalu lama tetapi tidak mendapatkan rujukan ke rumah sakit.
“Kalau penyakit mata memang banyak di temukan saat CKG di 12 sekolah yang ada di lingkungan Puskesmas Kelapa Dua, kami hanya memberikan saran agar tidak terlalu lama bermain handphone. Dan kami tidak bisa melakukan intervensi kepada siswa terlalu dalam,”ujarnya kepada Bantenekspres.co.id, Senin 11 Agustus 2025.
dr.Salmawati menambahkan, yang bisa melakukan intervensi adalah orangtua mereka, karena pihaknya hanya bisa memberikan pengecekan kesehatan saja sesuai dengan aturan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengenai CKG yang dilakukan oleh setiap puskesmas.
“Kita tidak punya peran banyak mengenai siswa hoby bermain handphone, yang akibatnya mata mereka menjadi kurang melihat akibat bermain handphone terlalu lama. Yang bisa kita lakukan hanya memberikan masukan kepada orangtua mereka agar mengingatkan anaknya agar jangan terlalu lama dalam bermain handphone,”paparnya.
Ia menjelaskan, dalam CKG para siswa biasa diberikan vitamin, untuk obat biasanya akan diberikan jika siswa tersebut mengalami penyakit terlalu parah. Sesuai dengan formulir dari Kemenkes pemeriksaan kesehatan hanya dilakukan pada, cek kesehatan mata, cek Kesehatan Telinga, Cek kesehatan Gigi, dan juga cek kesehatan tubuh.
“Kami sebelum CKG biasanya datang ke sekolah untuk melakukan sosialisasi terlebih dahulu dan juga menyampaikan isi form yang diberikan Kemenkes kepada kami. Jika di setujui, maka kami akan bawa tim medis ke sekolah yang akan dilakukan CKG. Saat ini sudah 12 sekolah yang telah kami lakukan CKG,”tutupnya. (*)











