Penyaluran Bantuan Sosial di Banten Baru Capai 50 Persen

Plt Kepala Dinsos Provinsi Banten, Dicky Hardiana saat diwawancarai di ruang kerjanya, belum lama ini. Foto Umam

SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemprov Banten melalui Dinas Sosial (Dinsos) hingga awal Agustus 2025 telah menyalurkan bantuan sosial sekitar Rp9,2 miliar atau 50 persen dari total anggaran Rp18,8 miliar.

Anggaran bantuan sosial tersebut mengalami penurunan sekitar 56 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp32,5 miliar.

Bacaan Lainnya

Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten Dicky Hardiana mengatakan, anggaran bantuan tahun ini menyasar 37.741 Kelompok Penerima Manfaat (KPM), dengan nilai bantuan per orang sebesar Rp500.000. Namun, saat ini penyalurannya baru sekitar 50 persen atau baru 18.500 KPM yang menerima bantuan pada tahap pertama.

“Penyaluran pertama waktu bertepatan dengan peluncuran gedung baru Bank Banten akhir Juli kemarin. Di sana kita baru salurkan Rp9,25 miliar untuk 18.500 KPM,” katanya, Minggu 10 Agustus 2025.

Ia merinci, Kabupaten Pandeglang menjadi daerah dengan total penerima terbanyak, yakni 5.854 KPM senilai Rp2,9 miliar, disusul Kabupaten Lebak dengan 5.741 KPM sebesar Rp2,87 miliar. Kabupaten Serang menempati posisi ketiga dengan 3.486 KPM sebesar Rp1,74 miliar, lalu Kota Cilegon (2.043 KPM) dan Kota Serang (1.376 KPM).

Sementara, kata Dicky, wilayah Tangerang Raya belum mendapat penyaluran karena dijadwalkan pada tahap kedua pada Oktober mendatang.

“Tangerang Raya belum, nanti akan disalurkannya pada tahap kedua InsyaAllah di bulan Oktober,” ujarnya.

Dicky menerangkan, jika dibandingkan tahun lalu, jumlah penerima pun ikut turun, dari sebelumnya pada 2024 berjumlah 65.000 KPM menjadi hanya 37.741 KPM. Dinsos menyebut penyesuaian dilakukan karena keterbatasan fiskal daerah.

“Tahun 2024 anggaran bansos Rp32,5 miliar untuk 65 ribu KPM. Tahun ini kami hanya bisa anggarkan Rp18,8 miliar, itu turun sekitar 56 persen,” ujarnya.

“Memang turun jika dibandingkan tahun lalu, karena kita menyesuaikan pada ketersediaan anggaran yang ada,” ungkapnya. (*)

Reporter: Syirojul Umam

Pos terkait