”Banyak infrastruktur penanganan banjir yang mangkrak. Sudah empat kali berganti Wali Kota tetap banjir dimana-mana, padahal dianggarkan setiap tahunnya,” ungkap Tasril saat meninjau lokasi banjir di Perumahan Pondok Bahar, Minggu (6/7) sore.
Namun demikian, politisi dari Fraksi PKB ini lebih menyoroti drainase atau saluran air yang sudah dibangun Pemkot Tangerang, namun digunakan untuk berjualan oleh warga bahkan menjadi bagian pelataran rumah warga. Drainase tersebut ditutup rapat. Sedimen dan sampah menyumbat saluran air sehingga menjadi penyebab penyumbatan aliran air yang pada akhirnya dapat menyebabkan banjir atau genangan air.
Menurutnya, ketidaktegasan Pemkot Tangerang terhadap warga yang menyalahgunakan alih fungsi drainase menjadi salah satu faktor banjir.
”Aparatur pemerintah terlalu membiarkan warga berjualan diatas drainase, resapan air tidak ada, kemudian warga juga membuang sampah sembarangan sehingga bikin mampet saluran air.










