Reni menambahkan, kalau dari hasil pendaftaran yang dibantu oleh petugas SPMB di sekolah sebanyak 370 orang, untuk jumlah yang diterima masih dalam proses dan belum tau berapa yang harus masuk dalam seleksi tersebut.
”Sejak awal, kami telah ingatkan kepada calon siswa agar memasukan data dan juga berkas pendaftaran agar bisa terbaca oleh sistem SPMB. Jika tidak benar, maka sistem tidak terbaca dan khawatir tidak bisa lolos,”paparnya.
Ia menjelaskan, pihaknya tidak akan menerima siswa titipan atau hal lainnya berkaitan dengan SPMB, karena telah ada aturannya dan juknis yang jelas.
Bahkan, pihaknya tidak mau terlibat dengan praktik percaloan dalam SPMB karena itu bisa merusak citra pendidikan khususnya pendidikan di kabupaten Tangerang.
”Saya tidak akan terima praktik percaloan, karena SPMB sudah ada alurnya dan juknis yang telah ditetapkan. Maka itu, seluruh calon siswa harus bisa mengikuti sistem yang ada dan tidak tergiur oleh janji oknum yang bisa melalui jalur belakang atau jalur lainnya,” tutupnya.(ran)











