Suhardjo mengaku, produksi bawang merah di Kabupaten Serang selama ini dinilainya belum bisa konsisten, meskipun saat panen raya sering terjadi surplus, namun tanpa ada pasar yang jelas, yang membuat hasil panen tidak bisa terserap maksimal.
Pihaknya juga berencana, akan memperkuat sinergi teknis dengan Pemkab Brebes untuk memastikan kebutuhan bawang merah di Kabupaten Serang tetap stabil, termasuk menjaga harga tetap terjangkau bagi masyarakat.
“Kami ingin kedepannya, ketika hasil panen bawang merah kita surplus itu bisa terserap ke luar daerah bahkan ekspor, dan di Brebes sudah punya pasar nasionalnya semoga Kabupaten Serang bisa ikut masuk ke pasar itu. Karena, kami ingin kebutuhan bawang tetap stabil, harganya juga terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya. (agm)











