Hudari, salah satu pedagang yang menolak kehadiran minimarket di kawasan tersebut, menyampaikan bahwa warga sama sekali tidak mengetahui adanya rencana pembangunan tersebut sejak awal. Ia mengatakan, tidak pernah ada sosialisasi maupun pemberitahuan resmi dari pihak manapun kepada para pedagang maupun warga sekitar terminal.
“Kalau memang ada apa-apa harus musyawarah dengan pedagang. Nyatanya memang dulu diceritain mau mau dikumpulin, tapi nyatanya sampai sekarang sampai jadi (minimarket-red) enggak ada sama sekali,” ungkap Hudari.
Pedagang dengan sapaan akrab Abah Oot tersebut juga menyatakan dengan tegas bahwa para pedagang akan tetap menolak pembangunan minimarket di kawasan Terminal Pakupatan. Ia menilai kehadiran ritel modern tersebut akan menimbulkan kerugian ekonomi bagi pedagang kecil yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas jual beli di sekitar terminal.
“Kita akan demo kalau masih dilanjutkan, keinginan pedagang, jangan ada Indomaret ya, nggak boleh,” tegasnya.











