“Saya pikir tadinya hanya satpam yang bermasalah, ternyata petugas kebersihan juga merasakan hal yang sama,” sambungnya.
Muslim mengatakan, sudah sepuluh hari lamanya keterlambatan pembayaran gaji belum diterima, padahal dijanjikan beberapa kali oleh manajemen sejak Minggu 1 Juni sampai Selasa 10 Juni.
“Kami menuding manajemen tidak menepati janji yang diberikan sejak awal bulan, dari tanggal 1 janji bakal digaji nyatanya tidak. Kemudian, janji lagi tanggal 5 tapi tidak ada lalu terakhir hari ini tanggal 10 tetap tidak ada kepastian,” ujarnya.
Dikatakan Muslim, pihak manajemen pernah berdalih tidak memiliki anggaran untuk membayar gaji, karena kondisi perusahaan sedang failed yang membuat adanya keterlambatan pembayaran.
Menurutnya, dalih yang dilontarkan manajemen itu hanyalah sebuah alasan, karena para pegawai yang lain tetap menerima upahnya sesuai jadwal.
“Kalau memang tidak ada uang, kenapa karyawan yang lain tetap bisa gajian,” ucapnya.











