”Untuk menjadikan sekolah yang Peduli dan berbudaya Lingkungan maka hal yang perlu dilakukan untuk mendukung dilaksanakan kegiatan pendidikan lingkungan hidup oleh semua warga sekolah sesuai dasar program Adiwiyata yaitu partisipatif dan bekelanjutan,” ujarnya kepada Banten Ekspres, Kamis (15/5).
Timing menambahkan, untuk mendukung program Adiwiyata dibentuklah pokja-pokja. Pokja itu sendiri merupakan suatu kelompok kerja yang mendukung jalannya program Adiwiyata. Maka itu, di SMPN 2 Rajeg telah mempunyai kader Adiwiyata dan perangkat lainnya untuk terus komitmen dalam menjalankan tugas Adiwiyata.
”Kami sangat komitmen, bahkan beberapa sekolah juga datang ke sini untuk belajar dan juga berbagai informasi mengenai Adiwiyata. Maka itu, harus dilakukan dengan sungguh-sungguh agar tetap berjalan dengan baik,” papahnya.
Ia menjelaskan, semua warga sekolah mempunyai peran penting dalam menjalankan program Adiwiyata. Ini karena tanpa mereka, program Adiwiyata tidak berjalan sebagaimana mestinya. Jadi harus dilakukan konsentrasi penuh untuk bisa menjalankan program tersebut.
”Semua yang ada di SMPN 2 Rajeg punya peran penting dalam menjalankan program ini, maka itu harus bersama-sama menjalankan program ini agar bisa tercapai tujuan yang kita inginkan. Selain itu, kami juga siap membantu sekolah lain untuk bisa menjalankan program sekolah Adiwiyata,”tutupnya.(ran)











