Dewi menambahkan, awal mula kecurigaan muncul saat pengambilan rapor anaknya beberapa waktu lalu. Dimana hasil nilai anaknya turun drastis dan tidak seperti sebelum-sebelumnya. Melihat hal tersebut, Dewi menyampaikan hal itu kepada suaminya.
”Suami saya langsung tegur anak saya tapi, anak saya belum mengakui apa yang menimpanya,” ujarnya.
Dewi mengaku, dirinya dan suaminya terus mendesak anaknya namun, tetap tidak mau mengakui apa yang terjadi. Dirinya meyakini ada sesuai yang tidak beres terhadap anaknya dan ditambah beberapa hari anaknya mengurung diri di kamar.
”Anak saya akhirnya mengaku setelah kita desak dan mengaku telah mengalami pelecehan dari seniornya di sekolah,” jelasnya.
Kemudian, Dewi mencoba menghubungi pihak sekolah namun, merasa kecewa karena tidak ada informasi yang diberikan sejak awal. “Tidak ada pihak sekolah yang menghubungi saya. Lalu Senin saya inisiatif datang ke sekolah. Saya telepon wali kelas namun, dia hanya bilang tugasnya mendampingi korban,” tuturnya.










