“Kalau ada perusahaan yang mau PHK karyawan pasti lapor ke kita, lalu kita diskusikan dengan perusahaan dan kita selalu sarankan untuk kaji lebih kuat lagi dan kemungkinan hindari PHK,” jelasnya.
“Tapi, terutama industri alas kaki terdampak kebijakan global dan salah satunya tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump,” ungkapnya.
Maringan mengaku, pihaknya akan carikan solusi dan ada beberapa program untuk mendorong yang di PHK menjadi wirausaha baru.
“Kita sedang melatih dan kerjasama dengan perusahaan ekpesldisi dan ada 10 orang yang dilatih menjadi driver ekpedisi. Ini untuk pengantaran obat apabila ada yang sakit lumayan dan jangan sampai nungguin obat kelamaan. Jadi masyarakat Tangsel yang berobat di rumah sakit tertentu nantinya obatnya dianterin ke rumah pasien,” terangnya.
Menurutnya, pihaknya akan uji coba pasar terlebih dahulu dan di wilayahnya saat ini terdapat 31 rumah sakit dan harapannya kedepan kita akan perluas.










