Namun demikian, kata Ratna, upah profesi Bidan masih jauh dari kehidupan yang layak. Upah yang diterima masih jauh dari sejahtera, karena masih jauh di bawah upah minimum Regional (UMR).
Bahkan di Kota Tangerang yang konon kota Smart City menuju kota bisnis ini masih banyak Bidan digaji Rp300 ribu per bulan.
“Upah Bidan itu jauh dari UMP, ada yang dibayar Rp300 ribu per bulan untuk bidan honorer dan petugas posyandu,” ungkap Ratna.
“Bidan sebagai garda terdepan ibu hamil dan bayi di gaji hanya sebagai pekerja sosial,” tandasnya lagi.
Oleh karenanya, lanjut Ratna, pihaknya menuntut adanya keadilan dan kesejahteraan bagi profesi bidan. Seorang Bidan yang bertugas di Posyandu termasuk tenaga kesehatan lainnya tetap harus memberikan pelayanan secara optimal.
“Ketika upah yang diterima jauh dari kata sejahtera, tenaga kesehatan seperti bidan dan petugas posyandu juga tidak memiliki bargaining power yang kuat, sehingga kerap terjadi kesewenang-wenangan dalam bekerja,” ungkapnya.










