“Padahal penataan alun-alun Rangkasbitung belum lama dilakukan yakni tahun 2024 sebelum bupati Iti Octavia Jayabaya lengser,” sambungnya.
Menurut Ridwan, seharusnya penataan alun-alun bukan menjadi prioritas karena penanganan infrastruktur jalan dan jembatan masih membutuhkan anggaran yang sangat besar.
“Kami melihat kurangnya kepekaan terhadap kebutuhan mendesak masyarakat. Mengapa ruang terbuka yang masih layak justru diperbaiki dengan dana miliaran, sementara jalan yang setiap hari dilalui masyarakat dibiarkan rusak tanpa perbaikan maksimal,” ujar Ridwanul.
Imala Lebak juga menagih janji Hasbi Jayabaya saat kampanye yang akan membangun konektivitas antar desa dan sarana publik yang merata.
“Kami menuntut janji itu. Janji kampanye bukan sekadar formalitas lima tahunan. Ini soal tanggung jawab terhadap rakyat,” papar dia.
Ia juga mendorong agar dilakukan evaluasi menyeluruh dengan mengedepankan skala prioritas berbasis kebutuhan yang sangat dibutuhkan masyarakat.











