”Maka itu kita selalu dorong untuk bisa mendapatkan hasil yang maksimal, salah satu caranya mereka harus mengikuti kegiatan seperti eskul, praktik sekolah dan tugas yang diberikan guru mereka. Cara tersebut bisa meningkatkan nilai atau kemampuan siswa itu sendiri,”ujarnya kepada Banten Ekspres, Selasa (15/4).
Juanda menambahkan, para siswa harus bisa mengikuti semuanya. Tidak ada alasan apapun untuk tidak mengikuti kegiatan yang ada di dalam sekolah. Karena setiap kegiatan ada pendalaman materi yang akan menjadi bahan kompetensi siswa. Bahkan, organisasi siswa atau OSIS juga harus aktif oleh para siswa.
”Kalau tidak seperti itu, maka siswa tidak akan mempunyai kompetensi. Setiap siswa wajib mempunyai kompetensi dan kemampuan dalam bidang apapun. Karena saat mereka naik jenjang, kemampuan itu menjadi modal mereka di lingkungan yang baru,” paparnya.
Ia menjelaskan, dalam kurikulum merdeka juga dijelaskan, setiap siswa wajib dapat kompetensi yang cukup, tetapi tergantung siswanya apakah mereka bisa mengikuti atau tidak. Kalaupun tidak, maka pihak sekolah akan terus membantu mereka agar tidak tertinggal arus. Ini karena hal itu sudah menjadi tanggung jawab sekolah dalam meningkatkan produktivitas dan kompetensi siswa.
”Dasar kompetensi siswa sangat penting tetapi kita balik lagi, apakah siswa itu mau atau tidak. Mau tidak mau, siswa harus bisa karena ini menjadi salah satu program yang harus dilakukan setiap sekolah. Kami tidak ingin siswa kami tidak mempunyai daya saing yang tinggi. Maka itu, harus bisa memberikan kualitas bagi para siswa,”tutupnya.(ran)











