Di akhir tahun 2024, penyaluran kredit tumbuh menjadi Rp3,85 triliun. Sedangkan penghimpunan dana pihak ketiga naik menjadi Rp1,11 triliun.
“Mulai 2023 kami benar-benar fokus pada kredit dengan risiko yang rendah yaitu kredit pada ASN,” ujarnya.
Ia berharap, dengan adanya pertumbuhan yang positif ini, semua pemerintah kabupaten/kota di Banten dapat menyimpan dan mempercayakan pengelolaan RKUD di Bank Banten.
“Saat ini baru ada Kabupaten Lebak dan Kota Serang yang sudah, kami harapkan bisa mengelola RKUD semua daerah, karena ini akan memperkuat Bank Banten,” ungkapnya.
Dirut Bank Banten, Muhammad Busthami mengatakan, pembahasan pokok RUPS Bank Banten tahun ini meliputi lima pokok mata acara. Pertama, persetujuan atas laporan tahunan termasuk laporan keuangan Perseroda dan laporan tugas pengawasan dewan komisaris untuk tahun 2024.
Kedua, penetapan penggunaan laba bersih 2024. Ketiga, penunjukan akuntan publik yang akan mengaudit keuangan perseroda yang berakhir pada Desember 2025.











