Namun karena ada musibah membuat Kacida Cibuntu harus ditutup sementara. “Namanya musibah tidak ada yang tahu, memang rencananya lebaran ini awalnya mau tetap dibuka, tapi ada kendala kaitannya dengan escavator yang diutamakan untuk pemukiman warga dahulu. Sehingga, habis lebaran ini mau dilakukan pemerataan tanah dulu dengan escavator itu, karena banyak lumpur dan dahan pohon serta lainnya,” katanya kepada wartawan melalui telepon seluler, Selasa (8/4).
Dito mengaku, sangat menyayangkan dari kondisi desa wisata tersebut, karena saat ini pengelola harusnya hanya tinggal panen pengunjungnya di libur lebaran tahun ini.
Tetapi, karena adanya musibah yang tidak bisa diprediksi, maka desa wisata tersebut tidak dapat pendapatan dari wisatawan yang berkunjung.
Dikatakan Dito, pihaknya telah mengambil langkah untuk meminta bantuan perbaikan ke beberapa stakeholder terkait, seperti pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.











