Taufik mengatakan, biasanya untuk padi yang dibawanya ke pabrik penggilingan padi mencapai 10 ton, dengan mendapatkan keuntungan kurang lebih Rp9 juga hingga Rp10 juta.
Keuntungan itu didapat, karena harga gabahnya saat ini sedang tinggi diangka Rp6.500 per kilogramnya.
“Saya biasanya dalam satu tahun panen padi itu dua kali, sekali panennya bisa mencapai 10 ton, lalu dibawa ke pabrik penggilingan padi untuk kita jual. Karena, sekarang harga gabahnya tinggi jadi kita dapat untung lebih banyak, saya pernah dapat hingga Rp10 jutaan bahkan lebih,” ujarnya.
Meski demikian, kata Taufik, untuk di awal tahun ini panen padi hanya bisa mencapai lima ton per hektare, karena dua hektare jadinya 10 ton untuk sekali panen.
BACA JUGA: Dukung Program Swasembada Pangan, Pemprov Banten Komitmen Perkuat Petani
Panen padi di awal tahun ini diakuinya mengalami penurunan, yang disebabkan oleh faktor cuaca belakangan ini sering hujan.











