”Kami memberikan hibah mesin pencegahan sampah kayu kepada DLHK, karena nantinya setelah di dicacah dan menjadi serbuk, akan bisa kami gunakan menjadi bahan bakar di PLTU,” katanya di Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga.
Dirinya melanjutkan, pihaknya saat ini membutuhkan sekitar 300 ton bahan bakar untuk pengoperasian PLTU Lontar, sedangkan sampah kayu yang dibersihkan dari Sungai Cisadane oleh DLHK kemungkinan sehari bisa mencapai 3 ton.
”Jadi kerjasama ini saling menguntungkan, dan pastinya membantu kami untuk mencukupi bahan bakar,” tutup Ria Indrawan.(sep)











