Ia melanjutkan, untuk sampah campur yang diambil oleh pihaknya menggunakan Kapal Interceptor dari Coldplay di sungai bisa mencapai sekitar 2 sampai 3 ton, setelah itu baru akan dipisahkan sampah kayunya untuk dicacah.
”Alhamdulillah hari ini kita mendapatkan hibah berupa mesin pencacah kayu oleh PLTU Lontar, namun untuk sampah selain kayu nantinya akan kita olah namun untuk saat ini kita masih menunggu alat lainnya,” tambah Fachrul Rozi.
Mengenai biaya operasional kapal Interceptor dalam mengambil sampah di Sungai Cisadane, kedepannya tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menjalin kerjasama dengan pihak-pihak lain.
”Untuk saat ini biaya operasional masih belum menutupi, tapi kedepannya dari kerjasama kami dengan PLTU Lontar pastinya akan bisa menutupi biaya tersebut,” tukasnya.
Sementara, Senior Manager PLTU Banten 3 Lontar, Ria Indrawan menambahkan hal yang senada, pihaknya berkomitmen dengan Pemerintah Daerah, khususnya DLHK untuk mengurangi sampah yang berada di Sungai Cisadane.











