Pria bertopi itu mengatakan kebijakan dadakan yang melarang LPG 3 Kg dijual di warung-warung eceran, membuatnya menderita. Sulit mendapatkan LPG 3 Kg. Karena harus mencari pangkalan dan mengantre belasan jam untuk membeli satu tabung LPG.
Ia menegaskan, pejabat negara tidak berpihak kepada rakyat. Justru menyengsarakan. Dengan nada sedikit emosi, pria tersebut menyampaikan unek-uneknya dan menilai kebijakan yang diterapkan pemerintah sangat menyengsarakan rakyat miskin. “Saya sekarang lagi masak pak, saya tinggal demi antre gas doang,” ujar Efendi di hadapan Bahlil.
“Bukan masalah antre gasnya, anak kami lapar pak, butuh makan, butuh kehidupan pak, logikanya berjalan dong pak, pakai akal sehat,” tegasnya. Amarah warga tersebut pun coba diredakan oleh sejumlah pengawal Bahlil agar tidak kembali lagi membentak Ketua Umum Partai Golkar tersebut.
“Iya.. iya, udah sabar pak sabar, tenang,” ucap sejumlah pengawal Bahlil berpakaian safari hijau.










