“Berbagai kegiatan pelatihan dan edukasi telah kita gelar dan bekerjasama dengan pihak-pihak yang berkompeten di bidangnya,” ujarnya.
Namun, kata Imam, masalah terbesar yang dihadapi adalah masih banyak koperasi yang tidak beroperasi atau hanya terdaftar di atas kertas saja. Untuk itu, Pemkab Lebak tengah melakukan inventarisasi koperasi yang tidak aktif dan berencana melakukan evaluasi serta pembinaan lebih lanjut.
“Kami tidak ingin koperasi hanya ada sebagai formalitas. Melalui evaluasi, pemantauan, dan pelatihan berkelanjutan, kami ingin memastikan koperasi di Lebak benar-benar berfungsi dan memberikan dampak positif untuk perekonomian masyarakat,” terang Imam Suangsa.
BACA JUGA: Pemkab Lebak Usulkan Tiga Program Prioritas
Imam juga mengatakan, perlu tindakan nyata untuk perbaikan ini. Ia berharap dengan langkah dan tindakan tegas, koperasi dapat kembali berperan penting dalam meningkatkan perekonomian lokal dan kesejahteraan anggotanya.










