”Ada mata pelajaran yang menggunakan handphone untuk mengakses dasbord tugas, dari situ siswa dipersilahkan menggunakan handphone untuk mengerjakan tugas. Selebihnya, jika tidak maka di simpan dan mode silent,” ujarnya kepada Banten Ekspres, Senin (30/12).
Sugeng menambahkan, pihaknya juga memperbolehkan siswanya membawa handphone untuk bisa komunikasi dengan orang tua. Misalnya ada kegiatan tambahan, siswa harus memberikan informasi kepada orangtuanya agar tidak khawatir. Penggunaan handphone akan terus diawasi oleh pihak guru mereka. Pasalnha, jika lengah siswa akan gunakan handphone untuk bermain game.
”Kami selalu mengingatkan, ada waktunya bisa digunakan di luar jam belajar, misalnya saat jam istirahat. Di luar itu, hanya bisa digunakan saat belajar dan berkaitan dengan pelajaran saja. Jika melanggar maka akan kami sita sampai jam pulang sekolah,”paparnya.
Ia menjelaskan, bermain game di perbolehkan asall di waktu istirahat, selebihnya fokus pada pelajaran dan tidak boleh handphone dibunyikan karena akan menggangu konsentrasi belajar siswa yang lain. Maka itu harus diberikan pemahaman kepada siswa.
”Bermain game saat belajar di kelas tidak di perbolehkan, kita sudah memberikan informasi tersebut kepada siswa. Tinggal, bagaimana siswa mengikutinya saja. Jika tetap melanggar maka akan ada sanksinya, yakni tidak boleh lagi membawa handphone atau di sita sampai jam pulang sekolah,”tutupnya.(ran)











