“Ini merupakan sebuah keberhasilan, dan inisiatif ini dilakukan untuk mengatasi suplay tetap terjaga, dan tidak terganggu karena akan berdampak pada inflasi,” katanya.
Ia menjelaskan, produksi bawang merah dari sekolah lapang ini mampu meningkatkan produksi hingga dua kali lipat, dari rata-rata produksi di Provinsi Banten yang mencapai sekitar 6 ton perhektarnya.
“Kedepan ini akan diusulkan sebagai kawasan food estet yang berbasis bawang merah kepada Gubernur Banten tegrpilih,” ujarnya.
Ia menuturkan, pihaknya akan menjadikan kawasan ini menjadi kawasan inti, dan akan membangun kawasan pendukung di daerah lainnya yang ada di Banten. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan bawang si Banten yang mencapai 1.960 ton perbulannya.
“Bisa di Tangerang, Kabupaten Serang atau di Pandeglang. Selain itu, produksi bawang merah di sini juga akan berkelanjutan. Dalam setahun bisa tiga kali panen. Nah, ini juga akan berdampak positif bagi pasar,” terangnya.











