Noor menambahkan, pihaknya juga mengingatkan kepada siswanya untuk tidak melakukan aksi bullying. Ini karena aksi bullying bisa membuat trauma korban dan membuat citra sekolah menjadi rusak.
”Bullying terjadi karena adanya saling ejek ataupun hal lainnya di kalangan siswa, para siswa di SMPN 5 Pasar Kemis ini saya larang untuk membuat kelompok ataupun Genk yang bisa berakhir aksi yang tidak baik,”paparnya.
Ia menjelaskan, setiap hari guru dan guru pembina, melakukan pengawasan terhadap aktivitas siswa. Ini karena guru khawatir bisa terjadi aksi bullying. Kalau dilakukan pengawasan, siswa tidak akan berani melakukan kegiatan yang dilarang sekolah.
”Kita terus pantau pergaulan mereka.Jika ada indikasi atau info dari siswa lain maka kita langsung tindak untuk mencegahnya. Kita tidak mau, siswa kita ini menjadi pelaku bullying. Karena, sangat mudah sekali siswa untuk melakukan bullying dengan teman sekelasnya,”tutupnya.(ran)










