BANTENEKSPRES.CO.ID, KOTA TANGERANG — Keluarga miskin ekstrem dan keluarga yang memiliki bayi stunting menjadi prioritas bedah rumah yang akan dilakukan Pemkot Tangerang pada 2025.
Program yang biasa disebut Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ini akan menyasar 104 rumah. Setiap satu rumah dianggarkan Rp 20 juta. Namun, Pj Wali Kota Tangerang Dr Nurdin sedang mempertimbangkan untuk menaikan anggarannya, bisa lebih dari Rp 20 juta.
“Dengan menaikkan satuan harga, kualitas bangunan rumah menjadi lebih baik,” kata Dr Nurdin saat Evaluasi Bersama Perbaikan RTLH Tahun Anggaran 2024.
Dalam evaluasi itu dihadiri seluruh kelompok masyarakat (Pokmas) Pelaksana Program Pembangunan/Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (PR-RTLH) se-Kota Tangerang, di ruang Al-Amanah Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, pada Selasa 29 Oktober 2024.
Program bedah rumah ini sudah berlangsung lama. Sampai tahun 2024, sebanyak 8.656 unit rumah telah diperbaiki melalui program tersebut. Rencananya pada 2025 Pemkot Tangerang akan melakukan bedah rumah 104 rumah untuk keluarga yang tergolong dalam kategori keluarga miskin ekstrem dan memiliki balita stunting.
Dr. Nurdin, menjelaskan, tantangan pemerintah dalam menyediakan RTLH terus meningkat, seiring dengan kebutuhan akan rumah yang layak huni sebagai salah satu kebutuhan dasar masyarakat.
“Program perbaikan RTLH ini hadir untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah. Tahun ini saja sudah ada 474 rumah yang diperbaiki. Namun masih ada 104 rumah lagi yang kami bantu menggunakan dana insentif fiskal dari pemerintah pusat. Bantuan ini merupakan apresiasi atas kinerja Pemerintah Kota Tangerang dalam penghapusan kemiskinan ekstrem dan penurunan angka stunting,” ungkap Dr. Nurdin.
Lebih lanjut, Pj. Wali Kota Tangerang, juga mengungkapkan, dalam upaya tersebut, Pemkot Tangerang juga mempertimbangkan untuk meningkatkan standar satuan harga RTLH yang saat ini sebesar Rp20 juta, sehingga bangunannya kualitas semakin bagus.
“Standar ini tengah dibahas bersama dengan DPRD Kota Tangerang untuk disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi saat ini,” ujarnya.
Alumnus UI ini, juga menjelaskan kembali, program tambahan untuk 104 keluarga miskin ekstrem ini tidak hanya mencakup perbaikan fisik rumah, tetapi juga menyasar peningkatan kapasitas ekonomi keluarga penerima manfaat.
“Bantuan yang diberikan meliputi pembangunan ruang usaha di rumah, pendampingan pelatihan keterampilan usaha, hingga bantuan modal usaha dan bahan pokok untuk mendukung keberlanjutan usaha keluarga tersebut,” jabarnya.
Melalui langkah ini, Mantan Pj Bupati Aceh Jaya ini, berharap, dapat mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem dan penurunan angka stunting di wilayah Kota Tangerang, sehingga dapat mewujudkan lingkungan yang lebih sejahtera dan layak huni bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Semoga dengan adanya bantuan ini, kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat bisa meningkat, terutama bagi keluarga miskin ekstrem yang memiliki balita stunting,” papar Dr. Nurdin.
“Selain melakukan rehabilitasi bagi rumah tidak layak huni, kami juga membantu membangun jamban keluarga untuk masyarakat Kota Tangerang yang membutuhkan,” katanya.
Untuk diketahui, Pemkot Tangerang telah melaksanakan program RTLH sejak tahun 2014. Sejak itu Pemkot Tangerang telah membedah sebanyak 8.656 rumah. Sedang untuk program Jamban Keluarga, sejak tahun 2015, Pemkot telah membangun 6.227 unit jamban keluarga. (adv)











