Sebab, hal itu dapat mengakibatkan polusi yang memunculkan debu jika cuaca panas. Sedangkan di kala hujan, dapat mengakibatkan jalanan licin dan pastinya membahayakan kendaraan yang melintas khususnya pengguna sepeda motor.
“Pak (penjabat) Bupati atau kepala dinas, para pejabat pemerintah, coba aja lewat ke Jalan Raya Raya Kronjo naik motor. Coba rasain sesaknya bagaimana. Itu kami alami tiap hari, tapi jangan naik mobil. Sebagai negara, pemerintah itu harusnya hadir. Kalo nanti gak bertindak tegas terus masyarakat bertindak sendiri, itu bagaimana?,” ujarnya.
“Kan Rakyat jadi marah, nantinya gak percaya sama aparatur negara terus ini bagaimana. Akhirnya kan nanti bisa memicu perilaku main hakim sendiri. Ini kan udah pernah kejadian kan. Ada (sekelompok) ormas bertindak sendiri, yang menurut saya karena negara atau pemerintah gak hadir melindungi rakyatnya,” imbuhnya, seraya mengatakan pemerintah jangan diam sehingga terkesan kongkalingkong dengan oknum pengusaha galian tanah dan angkutan tambang. (zky)











