“Saat beli bensin, ada firasat lagi, sampai saya bilang ke penjaga warung, kok malam ini jalanan sepi banget tumbenan,” tuturnya.
Setelah melanjutkan perjalanan, Yahya membawa motornya pelan-pelan hingga sampai di pertigaan Jalan Tanjakan Jati. Maksudnya melaju dengan pelan-pelan, supaya ada teman melintas.
“Tapi, setelah saya belok, jalan terus. Nah setelah lewatin tempat rongsokan, tiba-tiba di belakang ada (lampu) nyorot dari motor, kelihatan dari spion. Saya bawa motor paling kecepatan 30 sampai 40 kilometer,” jelasnya.
Ketika di TKP, tiba-tiba Yahya dipepet dua orang yang berboncengan sepeda motor metik warna putih. Kemudian, dua orang lagi yang berbocengan juga, gantian memepet dirinya.
“Nah, yang mepet kedua, yang dibonceng langsung nyabet saya sekitar 2 sampai 3 kali pakai celurit tanpa basa-basi atau minta saya berhenti dulu,” ungkapnya.
Spontan, Yahya menjatuhkan sepeda motor. Selanjutnya, barulah salah seorang yang pertama kali memepet dirinya membawa motornya.










