Di sisi lain, KH Syaebi Halimi menyayangkan ada juga segelintir oknum warga yang memakai atribut ormas malahan melakukan pungutan liar atau pungli ke sopir truk tanah yang melanggar jam operasional.
“Itu kan untuk menguntungkan diri sendiri dan golongannya,” ungkapnya.
Sebab demikian, KH Syaebi Halimi menginginkan warga yang sudah bersemangat putar balik truk tanah yang melanggar jam operasional, teguh pendirian untuk mengenyampingkan rupiah.
“Insyaallah, kami juga, ulama dan tokoh, nanti ngobrol untuk meneguhkan pendirian warga menyelesaikan masalah ini, jangan sampai terbawa arus menerima uang,” imbuhnya. (zky)










