Kehilangan Pasar di Daerah Sendiri, Topi Bambu Pramuka Lebih Diminati di Luar Daerah

Topi Bambu Pramuka
Seorang pengrajin topi bambu Pramuka di Kampung Pondok, RT 05 RW 03, Desa Sindang Panon, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang. (Credit: Zakky Adnan/Banten Ekspres)

SINDANG JAYA — Adanya topi Boni Pramuka, membuat perajin topi bambu Pramuka di Kabupaten Tangerang, banyak kehilangan pasar penjualan di daerahnya sendiri. Anehnya, pasar topi bambu ini malah diminati pasar luar Tangerang.

BACA JUGA: Peci Bambu Dijadikan Ide Gagasan, Kecamatan Sindang Jaya Raih Juara 1 Musrenbang RKPD

Bacaan Lainnya

Sejak tahun 2018, topi bambu Pramuka lebih banyak diminati pedagang di luar daerah antara lain seperti Sumatera dan Kalimantan. Perajin topi bambu asal Desa Sindang Panon, Kecamatan Sindang Jaya, Jalaludin Sayuti mengatakan, ia menerima kabar burung, bahwa ada SK dari dinas terkait yang mengubah penggunaan topi Pramuka bahan bambu menjadi boni.

“Sekarang, Pramuka pakainya topi boni semua sejak 2018. Katanya kan ada SK-nya topi bambu itu udah diganti dengan topi boni. SK dari dinas terkait,” ucapnya saat ditemui wartawan di Kampung Pondok, RT 05 RW 03, Desa Sindang Panon, Kecamatan Sindang Jaya, Minggu (31/03/2024) lalu.

Cek artikel bantenekspres.co.id yang Anda minati di: Google News

Pos terkait