Kecamatan Solear Imbau Warga Waspada Kebakaran, Periksa Instalasi Listrik saat Cuaca Panas

Kecamatan Solear Imbau Warga Waspada Kebakaran, Periksa Instalasi Listrik saat Cuaca Panas
KUNJUNGAN: Camat Solear Rizkia Nurul Fajar mengunjungi salah satu rumah warga yang terbakar karena korsleting listrik beberapa waktu lalu. Foto dok Humas Kecamatan Solear for Bantenekspres.co.id

SOLEAR, BANTENEKSPRES.CO.ID – Menghadapi kondisi cuaca panas yang melanda sejumlah wilayah, Kecamatan Solear mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kebakaran rumah. Warga diminta lebih memperhatikan penggunaan peralatan elektronik serta memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya kebakaran yang dapat membahayakan keselamatan penghuni rumah maupun lingkungan sekitar.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, cuaca panas yang disertai penggunaan peralatan elektronik secara terus-menerus perlu menjadi perhatian masyarakat. Terlebih, apabila terdapat instalasi listrik yang sudah tidak layak, kabel terkelupas, atau sambungan listrik yang mengalami gangguan, sehingga berpotensi memicu korsleting.

Camat Solear Rizkia Nurul Fajar mengatakan, masyarakat harus lebih berhati-hati dalam menggunakan berbagai peralatan elektronik, terutama ketika meninggalkan rumah dalam keadaan kosong. Pencegahan kebakaran harus dimulai dari kesadaran masing-masing warga dengan melakukan pemeriksaan secara rutin terhadap kondisi instalasi listrik dan peralatan elektronik yang digunakan sehari-hari.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Kecamatan Solear agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya di tengah kondisi cuaca panas seperti sekarang ini. Jangan sampai hal-hal yang sebenarnya bisa kita antisipasi justru menjadi penyebab terjadinya kebakaran,” ujarnya kepada Bantenekspres.co.id, Minggu 25 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan masyarakat adalah memastikan seluruh peralatan elektronik yang tidak digunakan sudah dalam keadaan mati dan tidak terus terhubung dengan sumber listrik.

“Ketika hendak meninggalkan rumah, pastikan terlebih dahulu kondisi peralatan elektronik. Cabut steker atau colokan peralatan yang tidak diperlukan, seperti televisi, kipas angin, setrika, charger, dan perangkat elektronik lainnya. Jangan membiarkan peralatan listrik menyala tanpa pengawasan,” ungkapnya.

Rizkia juga meminta masyarakat untuk tidak mengabaikan kondisi kabel maupun stop kontak yang digunakan di rumah. Apabila ditemukan kabel rusak, sambungan listrik yang longgar, atau peralatan elektronik yang mengalami gangguan, sebaiknya segera diperbaiki oleh tenaga yang berkompeten.

“Kami juga mengingatkan agar masyarakat tidak menggunakan stop kontak secara berlebihan atau menumpuk terlalu banyak colokan dalam satu terminal listrik. Hal seperti ini harus diperhatikan karena penggunaan listrik yang tidak sesuai kapasitas dapat meningkatkan risiko gangguan kelistrikan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kewaspadaan terhadap kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat. Kesadaran warga dalam menjaga keamanan lingkungan sangat penting agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini.

“Kami berharap masyarakat jangan menunggu sampai terjadi musibah baru kemudian menyadari pentingnya keselamatan. Lebih baik melakukan pemeriksaan dan pencegahan sejak sekarang. Pastikan rumah dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, RT, RW hingga tokoh masyarakat, untuk turut menyampaikan imbauan tersebut kepada warga.

“Dengan adanya kepedulian dan kerja sama seluruh masyarakat, kami berharap wilayah Kecamatan Solear tetap aman dan terhindar dari kejadian kebakaran. Keselamatan keluarga dan lingkungan harus menjadi perhatian bersama,” pungkasnya. (*)

Pos terkait