TIGARAKSA, BANTENEKSPRES.CO.ID — Seluruh staff dan manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tigaraksa mengikuti kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan di Lantai 1 RSUD Tigaraksa. Kegiatan tersebut bekerja sama dengan petugas dari Puskesmas Tigaraksa sebagai bagian dari upaya deteksi dini sekaligus menjaga kondisi kesehatan para insan rumah sakit (RS).
Kegiatan CKG ini mendapat antusiasme dari seluruh peserta. Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh dengan sejumlah layanan, mulai dari pemeriksaan gula darah, pemeriksaan elektrokardiogram (EKG), pemeriksaan Human Papillomavirus (HPV), vaksinasi Hepatitis, hingga pemeriksaan mata.
Direktur RSUD Tigaraksa dr. Muhammad Faridzi Fikri mengatakan, bahwa kesehatan para tenaga medis maupun nonmedis merupakan hal yang sangat penting. Menurutnya, seluruh staff dan manajemen rumah sakit memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sehingga kondisi kesehatan mereka juga harus menjadi perhatian.
“Kegiatan Cek Kesehatan Gratis ini sangat penting bagi seluruh keluarga besar RSUD Tigaraksa. Kita ingin memastikan bahwa seluruh staff dan manajemen memiliki kondisi kesehatan yang baik sehingga dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal,” ujarnya kepada Bantenekspres.co.id, Minggu 6 September 2026.
Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan tidak hanya dilakukan ketika seseorang mengalami keluhan. Justru, pemeriksaan secara berkala diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini sehingga apabila ditemukan adanya faktor risiko atau masalah kesehatan, dapat segera dilakukan tindak lanjut.
“Deteksi dini menjadi salah satu kunci dalam menjaga kesehatan. Jangan menunggu sampai muncul keluhan atau penyakit baru kemudian memeriksakan diri. Dengan pemeriksaan rutin, kita bisa mengetahui kondisi kesehatan lebih awal,” katanya.
Menurut Faridzi, pelaksanaan CKG di lingkungan RSUD Tigaraksa juga menjadi bentuk kepedulian manajemen terhadap seluruh sumber daya manusia yang selama ini menjadi bagian penting dalam operasional rumah sakit.
“Kami tidak hanya ingin memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat, tetapi juga memastikan orang-orang yang memberikan pelayanan tersebut dalam kondisi sehat. Karena mereka adalah aset utama rumah sakit,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi kerja sama Puskesmas Tigaraksa yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Kolaborasi antara RSUD Tigaraksa dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama dinilai penting untuk memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Puskesmas Tigaraksa yang sudah berkolaborasi dalam kegiatan ini. Sinergi seperti ini harus terus kita bangun karena tujuan akhirnya adalah meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, termasuk para tenaga kesehatan dan seluruh insan rumah sakit,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan pemeriksaan kesehatan seperti CKG dapat menjadi momentum bagi seluruh staff untuk semakin menyadari pentingnya menjaga kesehatan secara mandiri.
“Kami berharap setelah mengikuti pemeriksaan ini, seluruh staff tidak hanya mengetahui kondisi kesehatannya, tetapi juga semakin peduli terhadap kesehatan diri sendiri. Kalau ada hasil pemeriksaan yang membutuhkan tindak lanjut, tentu harus segera dikonsultasikan dan ditangani,” jelasnya.
Ia menambahkan, menjaga kesehatan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pola hidup sehat, aktivitas fisik yang cukup, menjaga pola makan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Kesehatan bukan sesuatu yang cukup dijaga ketika kita sakit. Kesehatan harus menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari. Mulai dari pola makan, aktivitas, istirahat yang cukup, sampai pemeriksaan kesehatan secara rutin,” katanya.
Ia menuturkan, peserta juga mendapatkan pemeriksaan HPV, vaksinasi Hepatitis, serta pemeriksaan mata. Beragam layanan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai kondisi kesehatan para staff dan manajemen RSUD Tigaraksa.
“Jenis pemeriksaan yang diberikan cukup beragam. Ini tentu sangat bermanfaat karena masing-masing pemeriksaan memiliki tujuan untuk mendeteksi kondisi kesehatan tertentu. Kami ingin kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta,” ungkapnya.
Ia menegaskan, tenaga kesehatan dan seluruh unsur pendukung di rumah sakit harus menjadi contoh dalam menerapkan perilaku hidup sehat.
“Kita bekerja di bidang kesehatan. Karena itu, sudah seharusnya kita juga memberikan contoh kepada masyarakat bahwa menjaga kesehatan itu penting. Jangan hanya mengedukasi masyarakat, tetapi kita sendiri juga harus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Faridzi berharap, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai bagian dari budaya kesehatan di lingkungan RSUD Tigaraksa.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga kesehatan seluruh keluarga besar RSUD Tigaraksa. Dengan sumber daya manusia yang sehat, kita akan lebih siap memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” pungkasnya. (*)











