SMPN 1 Kota Tangerang Tanamkan Budaya Peduli Lingkungan

Kepala SMPN 1 Tangerang, Emma Suahinah bersama peserta didiknya saat melakukan perawatan tanaman herbal di lingkungan sekolah.

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Peserta didik di SMP Negeri 1 Kota Tangerang diharuskan menanamkan budaya peduli terhadap lingkungan. Berbagai kebiasaan sederhana pun diterapkan dalam aktivitas sehari-hari di sekolah, mulai dari membawa tumbler, lunch box hingga terlibat langsung dalam perawatan lingkungan sekolah.

Kepala SMPN 1 Tangerang, Emma Suahinah mengatakan, kebiasaan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah mengurangi produksi sampah sekaligus membangun kesadaran siswa agar peduli terhadap lingkungan.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, setiap siswa diwajibkan membawa botol minum atau tumbler serta tempat makan atau lunch box dari rumah. Kebijakan tersebut terus diingatkan kepada siswa agar menjadi kebiasaan yang dilakukan secara berulang.

“Kalau kita terus menginformasikan kepada mereka untuk membawa tumbler dan lunch box, lama-lama menjadi kebiasaan. Dari situ pengurangan sampah bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah,” ujar Emma.

Upaya menjaga lingkungan juga dilakukan melalui kerja sama dengan pengelola kantin sekolah dengan mengurangi penggunaan plastik sebagai tempat makanan atau minuman. Selain itu, siswa memiliki jadwal untuk menyiram tanaman dan merawat berbagai area hijau yang ada di lingkungan sekolah.

Keterlibatan siswa tersebut menjadi bagian penting dalam mempertahankan predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri. Setiap siswa memiliki tanggung jawab sesuai dengan pos atau area yang telah ditentukan.

“Semua kriteria yang dibutuhkan kita miliki dan terus dilakukan maintenance. Ada tim dan jadwalnya, sehingga masing-masing bertanggung jawab terhadap posnya,” jelasnya.

Dikatakan Emma, salah satu area yang mendapat perhatian adalah green house. Siswa secara bergiliran menjalankan piket untuk merawat tanaman yang ada di dalamnya.

“Sekolah juga memiliki tanaman herbal yang menjadi bagian dari edukasi sekaligus penghijauan lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, perawatan tanaman hias juga melibatkan berbagai unsur sekolah, tidak hanya guru dan siswa, tetapi juga orang tua. Setiap kelas didorong berkontribusi dengan menyumbangkan tanaman hias untuk dirawat di lingkungan sekolah. Kebiasaan tersebut bahkan menjadi bagian dari “jejak” siswa selama bersekolah di SMPN 1 Tangerang.

Menurutnya, siswa kelas IX yang akan meninggalkan sekolah didorong untuk menyumbangkan tanaman. Dengan begitu, meskipun mereka telah lulus, masih terdapat peninggalan yang dapat dirawat dan dinikmati oleh siswa generasi berikutnya.

Jadi meskipun mereka sudah tidak bersekolah di sini, ada sesuatu yang mereka tinggalkan untuk sekolah,” pungkasnya.(*)

Pos terkait