TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Di balik persiapan Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, tersimpan kisah perjuangan para calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Kota Tangerang. Salah satunya datang dari Frederick Wilson Hia, siswa SMAN 15 Kota Tangerang yang dipercaya menjadi salah satu kandidat calon pengerek bendera.
Bagi Frederick, dunia Paskibraka bukanlah sesuatu yang baru. Ketertarikannya terhadap baris-berbaris telah tumbuh sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Berbagai perlombaan yang diikutinya menjadi bekal untuk terus mengasah kemampuan hingga akhirnya bergabung dengan Paskibra di tingkat SMA.
“Saya masuk dan berminat masuk Paskibra sebenarnya dari SMP. Saya sudah mengikuti Paskibra, kegiatannya adalah perlombaan. Dari situ saya tertarik masuk Paskibra di SMA, terutama pengibarannya, karena tujuan utama saya adalah untuk pengibaran di SMA,” ujar Frederick saat ditemui di sela latihan di Lapangan Ahmad Yani.
Meski memiliki impian menjadi pengibar sejak awal masuk SMA, perjalanan Frederick tidak berjalan mudah. Selama semester pertama, ia terus mengikuti berbagai perlombaan baris-berbaris untuk menambah pengalaman sekaligus membentuk mental sebagai seorang anggota Paskibra.
Seleksi menjadi anggota inti Paskibraka pun diakuinya sangat ketat. Tidak hanya kemampuan fisik yang diuji, tetapi juga kecerdasan, kecepatan berpikir, hingga sikap dan kepedulian terhadap sesama.
“Persiapannya yang pasti sudah fisik dan juga inteligensia kita, kecepatan kita dalam berpikir dalam menyelesaikan masalah, dan juga kepedulian kita dengan teman-teman kita, bagaimana kita berperilaku, bagaimana kita bersikap dengan orang-orang sekitar, itu juga dilihat,” katanya.
Di tengah latihan yang berlangsung di bawah teriknya matahari, Frederick mengatakan para pelatih selalu memperhatikan kondisi kesehatan para Capaska. Mereka diberikan keleluasaan untuk memperbanyak minum serta diingatkan menjaga pola hidup sehat.
“Untuk kesehatan tubuh, terutama di cuaca yang sangat panas saat ini, pelatih sudah menyediakan air minum lebih untuk kami dan memperbolehkan kami minum lebih banyak. Kami juga harus memperbaiki pola makan, pola minum, pola tidur, dan banyak istirahat karena aktivitas fisik seharian sangat padat,” jelasnya.
Menariknya, posisi pengerek bukanlah target awal yang diimpikannya. Frederick mengaku semula berharap bisa menjadi pembentang bendera. Namun, ia menerima keputusan pelatih dengan penuh rasa syukur.
“Jujur saja, tujuan utama saya sebenarnya sebagai pembentang. Tapi saya sangat senang menjadi calon pengerek dari tiga posisi yang sangat diimpikan oleh semua orang,” ungkapnya.
“Apapun posisinya, saya sangat senang, dan saya yakin posisi yang sudah ditetapkan oleh para abang-abang pelatih adalah yang terbaik yang sudah mereka siapkan untuk kami semua,” sambung Frederick.
Ia menjelaskan, tugas pengerek nantinya akan dijalankan oleh dua personel yang bertugas secara bergantian saat upacara pengibaran bendera pada pagi hari maupun penurunan bendera pada sore hari.
Menjelang pelaksanaan upacara 17 Agustus mendatang, Frederick memilih memusatkan seluruh fokusnya agar dapat menjalankan tugas dengan sempurna.
“Fokus saya agar bisa tampil maksimal dan bisa memuaskan nanti pada saat hari H, serta bisa mengibarkan Sang Saka Merah Putih dan menurunkan bendera dengan selamat sampai akhir,” tegasnya.
Di balik dedikasinya sebagai calon Paskibraka, Frederick juga menyimpan cita-cita besar. Setelah lulus sekolah, ia berkeinginan melanjutkan pendidikan di sekolah kedinasan dengan target utama diterima di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Semangat, disiplin, dan kerja keras yang ditunjukkan Frederick Wilson Hia menjadi gambaran semangat generasi muda Kota Tangerang yang siap mengemban amanah dan mengabdikan diri kepada bangsa serta negara.(*)











