SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBPPPA) Kabupaten Serang, melatih relawan Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dalam pemulihan psikologis anak, yang digelar di Hotel Forbis, Kecamatan Waringinkurung, Rabu 29 Juli 2026.
Mereka dilatih untuk meningkatkan kemampuan dalam menangani korban kekerasan, difokuskan pada teknik pendampingan, identifikasi trauma, serta metode pemulihan psikologis yang tepat bagi anak-anak yang mengalami kekerasan, baik fisik, psikis, maupun seksual.
Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas mengatakan, para peserta dibekali keterampilan komunikasi empatik, agar mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada korban kekerasan ketika melakukan pendampingan.
Sehingga mereka mampu meningkatkan kapasitasnya sebagai Satgas PPA Kabupaten Serang.
“Ada dua hal pelatihan yang menjadi ditekankan, pertama adalah psikologi dan kejiwaan, kedua adalah berkenaan dengan pendampingan korban kekerasan baik anak maupun perempuan,” katanya saat diwawancarai wartawan di lokasi acara.
Najib mengatakan, berdasarkan data yang diterimanya pada tahun ini dari Januari sampai Juli, ada 71 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Serang.
Kasus tersebut trendnya mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya, meski banyak kasus berarti banyak yang berani melapor, namun tetap menjadi perhatian khusus untuk bisa meminimalisir agar kasusnya tidak semakin tinggi.
“Sampai hari ini kejadian kekerasan anak di 2026 sampai bulan Juli ini sudah sampai 71 kejadian. Artinya ini berarti luar biasa ya, trennya semakin naik, ini akan menjadi perhatian khusus bagi kami Pemkab Serang,” ujarnya.
Dalam penyelesaian kasusnya, Najib berharap, tidak dilakukan secara adat atau selesai hanya dengan damai, perlu ada hukuman yang setimpal bahkan berat bagi para pelaku kejahatan baik kekerasan maupun kekerasan seksual.
“Jangan hanya selesai dengan damai, pelaku perlu dihukum dengan berat sesuai ketentuan yang berlaku, karena sulit memulihkan psikologi anak kembali normal,” ucapnya.
Kata Najib, perlu kepedulian bersama tidak hanya dari pemerintah daerah saja, namun steakholder lainnya pun termasuk masyarakat, ikut peduli memberikan rasa aman dan nyaman terhadap anak dan perempuan.
“Harus melakukan kerjasama secara masif untuk membangun kesadaran semua pihak, terutama para orang tua anak-anak, tidak hanya dinas terkait tapi harus kolaborasi dengan stakeholder, seperti kepolisian dan lainnya,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala DKBPPPA Kabupaten Serang Haerofiatna mengatakan, dukungan untuk anggaran juga perlu dilakukan sebagai penguatan terhadap tugas dari Satgas PPA, dan sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah menangani dampak sosial dan psikologi, dari kejadian atas kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Selama ini kita memang ada reward, meski tidak banyak namun diharapkan peningkatan kapasitas itu terus dijalankan dan dikembangkan,” katanya. (*)
Reporter : Agung Gumelar











