Hari Pertama KBM, SDN Renged II Perkuat Pendidikan Karakter untuk Bentuk Generasi Berakhlak Mulia

KRESEK,BANTENEKSPRES.CO.ID – Memasuki hari pertama kegiatan belajar mengajar (KBM) tahun ajaran baru, SDN Renged II, Kecamatan Kresek, langsung memprioritaskan penguatan pendidikan karakter bagi seluruh peserta didik, khususnya siswa baru.

 

Bacaan Lainnya

Langkah tersebut dilakukan, sebagai pondasi awal dalam membentuk pribadi siswa yang berakhlak mulia, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

 

Kepala SDN Renged II Eis Rusnaini mengatakan, pendidikan karakter menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran di sekolah. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kemampuan akademik siswa, tetapi juga dari sikap, perilaku, dan nilai-nilai moral yang dimiliki.

 

“Di hari pertama kegiatan belajar mengajar ini kami ingin menanamkan kepada seluruh siswa, terutama peserta didik baru, bahwa datang ke sekolah bukan hanya untuk belajar membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga belajar menjadi anak yang memiliki karakter baik. Inilah pondasi yang akan mereka bawa hingga dewasa nanti,” ujar Eis kepada Bantenekspres.co.id, Senin 20 Juli 2026.

 

Ia menjelaskan, pendidikan karakter di SDN Renged II diterapkan melalui berbagai kegiatan yang dilakukan setiap hari dan menjadi budaya sekolah. Mulai dari pembiasaan berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran, membiasakan siswa mengucapkan salam kepada guru, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, disiplin datang tepat waktu, hingga membiasakan antre dan saling menghormati.

 

“Karakter tidak cukup diajarkan melalui teori. Karakter harus dibangun melalui kebiasaan yang dilakukan secara terus-menerus. Karena itu kami membiasakan siswa berdoa bersama, disiplin mengikuti upacara bendera, menghargai teman, serta membangun budaya antre dan hidup tertib dalam setiap aktivitas di sekolah,” katanya.

 

Menurut Eis, seluruh guru juga memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter siswa. Guru bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga menjadi teladan yang akan ditiru oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Anak-anak lebih mudah meniru apa yang mereka lihat dibandingkan apa yang mereka dengar. Oleh sebab itu, seluruh guru di SDN Renged II harus mampu menjadi contoh dalam bersikap sopan, disiplin, jujur, adil, bertanggung jawab, dan memiliki rasa empati kepada seluruh siswa. Keteladanan guru merupakan pendidikan karakter yang paling efektif,” jelasnya.

 

Selain melalui pembiasaan, nilai-nilai karakter juga diintegrasikan ke dalam setiap mata pelajaran. Guru didorong untuk menyisipkan nilai kerja sama, tanggung jawab, rasa ingin tahu, kejujuran, serta semangat gotong royong saat proses belajar mengajar berlangsung.

 

“Setiap mata pelajaran memiliki ruang untuk menanamkan karakter. Saat siswa belajar secara berkelompok, mereka belajar bekerja sama. Ketika mengerjakan tugas, mereka belajar bertanggung jawab dan jujur. Jadi pendidikan karakter selalu hadir dalam setiap proses pembelajaran,” ungkapnya.

 

Eis menambahkan, sekolah tidak bisa bekerja sendiri dalam membentuk karakter anak. Peran orang tua di rumah dan lingkungan masyarakat juga menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan pendidikan karakter.

 

“Kami berharap orang tua dapat melanjutkan pendidikan karakter yang telah ditanamkan di sekolah. Anak-anak membutuhkan contoh yang sama baik di rumah maupun di sekolah. Jika sekolah mengajarkan disiplin tetapi di rumah tidak diterapkan, tentu hasilnya tidak akan maksimal,” ungkapnya.

 

Ia juga mengajak, seluruh orang tua untuk membangun komunikasi yang baik dengan pihak sekolah demi mendukung tumbuh kembang peserta didik.

 

“Kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci utama. Ketika semua memiliki tujuan yang sama, Insya Allah anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, memiliki akhlak yang baik, menghormati orang tua dan guru, serta siap menghadapi tantangan di masa depan,” katanya.

 

Lebih lanjut, Eis menegaskan bahwa SDN Renged II akan terus menjadikan pendidikan karakter sebagai budaya sekolah yang diterapkan secara konsisten sepanjang tahun ajaran.

 

“Kami ingin lulusan SDN Renged II tidak hanya dikenal karena prestasi akademiknya, tetapi juga karena sopan santunnya, kejujurannya, kedisiplinannya, kepeduliannya terhadap sesama, dan rasa tanggung jawabnya. Itulah tujuan utama pendidikan yang sesungguhnya,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Randy Yastiawan

Pos terkait