Pasca POPDA 2026, BAPOPSI Kabupaten Tangerang Fokus Benahi Sarana dan Pembinaan Atlet Pelajar

Pasca POPDA 2026, BAPOPSI Kabupaten Tangerang Fokus Benahi Sarana dan Pembinaan Atlet Pelajar
Kontingen Kabupaten Tangerang di POPDA 2026 di Kota Cilegon. Foto Dani/Bantenekspres.co.id

TIGARAKSA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Ketua Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (BAPOPSI) Kabupaten Tangerang, Mamat Matlubi, memastikan pihaknya mulai melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil pembinaan atlet pelajar usai pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2026 di Kota Cilegon.

Fokus utama yang akan dibenahi, kata Mamat, adalah peningkatan sarana olahraga dan pembinaan atlet usia dini sebagai persiapan menghadapi POPDA 2028, di mana Kabupaten Tangerang diproyeksikan menjadi tuan rumah.

Bacaan Lainnya

Mamat bilang, evaluasi tersebut mendapat respons cepat dari Bupati Tangerang. Saat melakukan peninjauan, Bupati langsung memanggil jajaran Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) serta Dinas Bina Marga untuk membahas perbaikan dan pembangunan fasilitas olahraga yang dinilai masih belum memadai.

“Sarana beberapa cabang olahraga memang masih kurang representatif. Seperti panahan, dayung, hingga atletik. Begitu menerima evaluasi, Bupati langsung meminta dinas terkait mencari solusi untuk membangun maupun memperbaiki fasilitas olahraga tersebut,” ujar Mamat, Minggu 12 Juli 2026.

Ia menjelaskan, sejumlah rencana pengembangan fasilitas mulai disiapkan. Di antaranya pembangunan arena panjat tebing, lintasan lari di kawasan Alun-alun Tigaraksa, rencana lapangan panahan di kawasan RSUD Tigaraksa, hingga pemanfaatan danau di kawasan Cihuni sebagai venue olahraga dayung.

Menurut dia, keterbatasan fasilitas menjadi salah satu faktor yang membuat atlet Kabupaten Tangerang belum mampu bersaing maksimal dengan Kota Tangerang maupun Kota Tangerang Selatan yang memiliki sarana olahraga lebih lengkap.

“Banyak cabang olahraga yang sebenarnya memiliki potensi besar, tetapi belum didukung fasilitas yang memadai. Itu menjadi pekerjaan rumah kami,” katanya.

Mamat mengungkapkan, Kabupaten Tangerang mengirimkan atlet pada seluruh 26 cabang olahraga yang dipertandingkan di POPDA. Namun, hasil evaluasi menunjukkan beberapa cabang olahraga belum memenuhi target perolehan medali.

Cabang atletik, misalnya, yang menyediakan sekitar 30 medali emas, hanya mampu menyumbang lima medali emas bagi Kabupaten Tangerang. Sementara cabang panahan yang memperebutkan 17 medali emas hanya menghasilkan satu medali emas. Begitu pula cabang dayung yang belum mampu meraih medali emas.

Sebaliknya, beberapa cabang olahraga seperti tenis meja, menembak, renang, dan bulu tangkis dinilai menunjukkan perkembangan positif sehingga akan terus diperkuat pembinaannya.

“Kami akan lebih fokus pada cabang olahraga perorangan yang memiliki peluang besar mendulang medali. Selain pembinaan, fasilitas latihan juga akan menjadi perhatian utama,” jelasnya.

Selain pembangunan sarana, BAPOPSI juga menyiapkan sistem pembinaan atlet yang lebih terstruktur. Salah satunya dengan membangun konsep training center berbasis wilayah agar atlet tidak harus menempuh perjalanan jauh untuk berlatih.

Selama ini, kata Mamat, luasnya wilayah Kabupaten Tangerang menjadi tantangan tersendiri. Sebagai contoh, atlet sepak bola yang berlatih di Solear banyak berasal dari wilayah Teluknaga sehingga membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

“Kami ingin ada pusat latihan di beberapa wilayah, seperti utara, selatan, timur, dan barat. Dengan begitu atlet bisa mendapatkan pembinaan secara berkala tanpa terkendala jarak,” ujarnya.

Selain itu, Mamat juga menjelaskan, cabang olahraga seperti dayung, angkat besi, dan atletik masih kekurangan atlet karena belum banyak dikenal kalangan pelajar.

“Kami sedang bergerak ke sekolah-sekolah. Fokusnya mengenalkan cabang olahraga yang selama ini kurang diminati, padahal peluang meraih medali sangat besar. Basis pembinaan kami memang pelajar, sehingga sekolah menjadi pintu utama mencari bibit atlet,” katanya.

Ia menambahkan, sepanjang 2026 BAPOPSI akan memprioritaskan sosialisasi dan penjaringan atlet di sekolah. Sementara pada 2027, pihaknya berharap pembangunan fasilitas olahraga sudah mulai terealisasi sehingga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas latihan atlet menjelang POPDA 2028.

“Saat ini kami belum bicara target juara umum. Yang terpenting adalah membenahi fondasi terlebih dahulu, mulai dari sarana hingga sistem pembinaan. Kalau itu berjalan baik, prestasi akan mengikuti,” ucapnya. (*)

Pos terkait