Porprov Banten 2026, Kontingen Kota Tangerang Siapkan 1.600 Atlet

Wakil Ketua Koni Kota Tangerang, Arsani Maidi.

TANGERANG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Kota Tangerang menyatakan kesiapan penuh untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026, yang akan digelar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada November mendatang.

 

Bacaan Lainnya

Kontingen Kota Tangerang mendaftarkan sebanyak 59 dari 60 Cabang Olahraga (Cabor) yang dipertandingkan. Dari jumlah Cabor tersebut, sebanyak 1.600 atlet berprestasi dan pelatih telah disiapkan guna mempertahankan gelar juara umum.

 

Wakil Ketua KONI Kota Tangerang, Arsani Maidi mengungkapkan, pihaknya telah melakukan persiapan matang dan telah melakukan pendaftaran kontingen dalam jumlah besar.

 

“Kota Tangerang ikut 59 cabang olahraga (cabor) dari total 60 cabor yang dipertandingkan. Kita sudah siapkan sekira 1.600 atlet dan pelatih melalui program Pusat Latihan Cabang (Puslatcab),” ujar Arsani saat dihubungi, Selasa, 23 Juni 2026.

 

Dikatakan Arsani, progres perkembangan persiapan dari pihak tuan rumah yaitu, Kota Tangsel, saat ini mengacu pada peraturan terbaru yang telah disesuaikan.

 

Saat ini, proses administrasi telah memasuki tahapan pendaftaran kontingen. Kota Tangerang sendiri tercatat bergerak cepat dalam memenuhi proses ini.

 

“Tahap 1, kita sudah mendaftar per 10 Juni lalu. Nah kalau Entry by Number di tahap 2 nanti dijadwalkan akan mulai dibuka pada tanggal 1 Juli mendatang,” ujarnya.

 

Dia menyampaikan, Pemkot Tangerang telah memberikan dukungan penuh dari segi anggaran guna menyukseskan target mempertahankan takhta juara umum tersebut. “Dari Pemkot sendiri kemarin menganggarkan Rp15 Miliar,” sebutnya.

 

Arsani menegaskan, terkait penentuan nomor pertandingan yang akan dilombakan nanti tidak melenceng dari standar Pekan Olahraga Nasional (PON).

 

“Poin utamanya, nomor-nomor pertandingan yang dipertandingkan harus berdasarkan nomor pertandingan PON. Karena biar bagaimanapun, output dari Porprov ini kan bermuara untuk menyaring atlet menuju PON,” tegasnya.

 

Ketika ditanya mengenai kesiapan infrastruktur dan venue pertandingan di Tangsel, kata Arsani, pihaknya mengaku belum mendapatkan pembaruan informasi secara mendetail. Hal ini dinilai wajar karena kepastian venue biasanya baru akan diinformasikan menjelang pelaksanaan hari-H. Namun demikian, ia sempat menilai terkait persiapan tuan rumah terlihat kurang maksimal di awal. Namun, saat ini jauh lebih baik dan kondusif setelah adanya penyesuaian regulasi.

 

“Kami melihat, awal tahun 2026 sepertinya mereka (Tangsel) kurang persiapan ya. Tapi setelah adanya perubahan peraturan Porprov yang terbaru, sekarang mereka sudah bekerja sesuai aturan itu. Jadi tidak ada masalah bagi kita,” tuturnya.

 

Meski demikian, untuk memastikan kesiapan fasilitas infrastruktur di lapangan, Koni Kota Tangerang bersama Koni Kota/Kabupaten se-Provinsi Banten dijadwalkan akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi-lokasi venue dalam waktu dekat.

 

Selain itu, buku pedoman pelaksanaan Porprov Banten 2026, baru bisa diterbitkan secara resmi setelah Surat Keputusan (SK) mengenai nomor pertandingan diterbitkan. Namun, ia mendapatkan informasi bahwa proses tersebut sedang berjalan.

 

“Infonya sih sudah dalam proses cetak oleh pihak tuan rumah. Semestinya sebelum entry by number, SK nomor pertandingan sudah terbit,” pungkasnya.(*)

 

Reporter : Abdul Aziz

Pos terkait