Dari Jembatan Bambu yang Was-Was Kini Menjadi Asa, Kisah Sukses Polri Bangun Jembatan Merah Putih Presisi di Pasar Kemis

Polri melalui Polda Banten bangun Jembatan Merah Putih Presisi di Pasar Kemis, Tangerang. Menjawab keresahan warga akibat jembatan roboh dan dongkrak ekonomi lokal. Foto: Zakky Adnan/bantenekspres.co.id

PASARKEMIS,BANTENEKSPRES.CO.ID – Rasa cemas yang sempat menghantui para orang tua di Kampung Ilat, Desa Pangadegan, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, kini telah berganti dengan senyum kebahagiaan.

 

Bacaan Lainnya

Jembatan utama yang sempat roboh dan memutus akses warga kini telah berdiri kokoh kembali berkat aksi nyata dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

 

​Melalui inisiatif Polda Banten, Jembatan Merah Putih Presisi resmi hadir menjadi penyelamat mobilitas, pendidikan dan urat nadi perekonomian warga akar rumput.

 

​Peristiwa robohnya jembatan beton di atas Kali Cadas-Kukun pada Kamis, 25 Januari 2024 lalu sempat viral di media sosial.

 

Rekaman amatir warga menangkap momen menegangkan saat struktur jembatan ambruk.

 

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

 

​Namun, dampak setelahnya sangat dirasakan oleh anak-anak sekolah.

 

Jembatan ini merupakan jalur terdekat dan paling krusial bagi siswa-siswi yang berjalan kaki menuju SDN Pangadegan IV di Kampung Lamporan.

 

​”Was-was anak saya satu-satunya jatuh ke kali. Jadi, saya sering anterin buat nyeberangin di jembatan bambu,” kenang Iin Sartinah, salah seorang warga setempat saat jembatan darurat dari bambu menjadi satu-satunya pilihan terdekat.

 

​Jika harus memutar lewat jembatan beton di dekat Ponpes Modern Daarul Muttaqien 2 atau Sekolah Islam Terpadu Cordova 3, anak-anak harus berjalan memutar sejauh 400 meter.

 

Bandingkan dengan jalur jembatan utama yang hanya berjarak 25 meter langsung menuju Jalan Raya Cadas-Kukun. Kala itu, warga bahkan sempat memasang papan protes bertuliskan ‘Kapan jembatan dibangun?’ sebagai bentuk jeritan hati mereka.

 

​Mendengar aspirasi dan kebutuhan mendesak di tingkat akar rumput, jajaran Polda Banten di bawah kepemimpinan Irjen Pol Henki, S.I.K., M.H., bergerak.

 

Langkah konkret ini melahirkan Jembatan Merah Putih Presisi, sebuah infrastruktur baru yang menjadi jawaban atas doa-doa warga Kampung Ilat.

 

​Pemerintah Kecamatan Pasar Kemis secara terbuka menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian institusi Polri terhadap fasilitas publik ini.

 

​Camat Pasar Kemis H. Nurhanudin mengungkapkan, kehadiran jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol hadirnya negara dan kepolisian di tengah kesulitan masyarakat.

 

​”Saya Nurhanudin, selaku Camat Pasar Kemis, mengucapkan atas nama masyarakat Kecamatan Pasar Kemis, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Irjen Pol Henki, S.I.K., M.H. beserta jajaran Polda Banten atas terealisasinya pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini,” ujar Nurhanudin bangga.

 

​Menurut Camat Nurhanudin, infrastruktur baru ini memiliki fungsi strategis yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga sehari-hari melalui tiga pilar utama yakni meningkatkan aksesibilitas, memperkuat Konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

 

​Dampak ekonomi langsung dirasakan oleh Rusman (53), warga Kampung Ilat RT 02 RW 03. Pria yang membuka warung kelontong di sekitar area jembatan ini mengaku sangat merasakan perubahan positif pasca-pembangunan jembatan oleh Polda Banten tersebut.

 

​”Terima kasih kepada Polri. Dengan adanya jembatan ini, omzet warung saya semakin meningkat. Jadi ada saja pembeli yang berasal dari seberang kali atau dari arah jalan raya Cadas-Kukun,” ungkap Rusman dengan wajah sumringah.

 

​Kini, tulisan bernada jengkel di papan bambu telah digantikan oleh lalu lalang kendaraan dan langkah ceria anak-anak sekolah.

 

Kehadiran Polri melalui Jembatan Merah Putih Presisi terbukti membawa angin segar, sebuah bukti nyata bahwa Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mengayomi dan membangun harapan di hati masyarakat. (*)

 

Reporter: Zakky Adnan

Pos terkait