Tekan Kemiskinan, Warga Kelurahan Sukatani Rajeg Dilatih Bikin Cilok hingga Otak-otak

Kelurahan Sukatani, Rajeg, Kabupaten Tangerang gandeng Dinas Perikanan latih Keluarga Risiko Stunting (KRS) bikin cilok dan otak-otak serta beri bantuan alat masak untuk tekan kemiskinan ekstrem. Foto: Kelurahan Sukatani for bantenekspres.co.id

RAJEG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kelurahan Sukatani, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, berkolaborasi dengan Dinas Perikanan, terus bergerak aktif dalam menekan angka kemiskinan ekstrem dan menurunkan risiko stunting.

Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah melalui program pemberdayaan masyarakat berupa pelatihan dan pemberian bantuan alat usaha kuliner.

Bacaan Lainnya

Lurah Sukatani Umiyati, melalui Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Sukatani Rohimatul Aslamiah mengungkapkan, Kelurahan Sukatani saat ini menjadi salah satu wilayah yang menjadi lokus penanganan kemiskinan ekstrem di Kecamatan Rajeg.

“Karena kita masuk wilayah lokus, otomatis seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berkolaborasi memberikan bantuan untuk menurunkan angka Keluarga Risiko Stunting (KRS). Sasaran utamanya adalah masyarakat yang berada di desil 1, 2, dan 3,” ujar Rohimatul saat diwawancarai, Rabu, 20 Mei 2026.

Salah satu bentuk kolaborasi konkret datang dari Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang. Instansi tersebut telah merampungkan pelatihan tahap pertama yang diikuti oleh satu kelompok yang beranggotakan 10 orang ibu-ibu.

Uniknya, pelatihan pembuatan kuliner seperti cilok dan otak-otak ini langsung dimentori oleh koki (chef) profesional.

“Pelatihannya kemarin bertepatan di bulan puasa. Kami mendatangkan chef langsung agar ibu-ibu ini punya keterampilan memasak standar profesional yang bernilai jual, yang kalau kita bayar sendiri tentu biayanya tidak murah,” tambah Rohimatul.

Tidak berhenti di tahap pelatihan teori dan praktik, program pemberdayaan ini juga dilanjutkan dengan penyerahan bantuan fasilitas produksi yang lengkap pada tahap kedua.

Adapun bantuan barang yang diserahkan kepada kelompok warga tersebut meliputi, kompor gas, wajan besar (kenceng), blender, Freezer (mesin pembeku) dan peralatan pengolahan makanan lainnya.

Meski sudah dibekali keterampilan dan peralatan memasak yang mumpuni, Rohimatul mengakui para peserta belum sepenuhnya memulai produksi untuk komersial (dijual).

Kendala utama yang dihadapi oleh kelompok warga saat ini adalah modal awal untuk membeli bahan baku.

Menyikapi hal tersebut, pihak Kelurahan Sukatani tidak tinggal diam dan langsung menyiapkan solusi kreatif agar bantuan alat yang diberikan tidak mangkrak.

“Untuk menyiasati masalah modal, rencananya bulan depan kelompok ini akan menginisiasi tabungan mandiri lewat sistem arisan kelompok. Kebetulan ketuanya adalah kader PKK, jadi beliau yang akan menggerakkan,” jelasnya optimis.

Melalui kas atau arisan yang terkumpul nanti, kelompok tersebut berencana memproduksi kuliner dengan bahan baku yang terjangkau namun memiliki nilai untung yang menjanjikan.

Langkah ini diharapkan mampu membangun kemandirian ekonomi warga secara bertahap tanpa terus-menerus bergantung pada bantuan eksternal. (*)

Reporter: Zakky Adnan

Pos terkait