RAJEG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Staf Khusus Bidang Penegakan Keadilan dan Rekonsiliasi Kemenko PMK Irjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid menghadiri pengajian rutin malam Senin di Pondok Pesantren Technopreneur As Shofa, Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu malam, 12 April 2026.
Dalam kegiatan yang digelar oleh Majelis Gubah Rasulullah tersebut, Ahmad Nurwakhid menekankan pentingnya keseimbangan antara kedalaman spiritual dengan penguasaan ilmu pengetahuan bagi masyarakat Indonesia di era modern.
Di hadapan para jamaah, Nurwakhid memberikan catatan kritis mengenai kondisi sosial saat ini.
Menurutnya, meskipun kecerdasan intelektual masyarakat meningkat, masih ada ketimpangan dalam sisi batiniah.
“Masyarakat Indonesia cerdas secara intelektual, namun mengalami krisis spiritual dan inflasi ritual,” ungkap Ahmad Nurwakhid dalam paparannya.
Ia menjelaskan bahwa agama merupakan ilmu pengetahuan dengan dimensi tertinggi.
Namun, hal itu harus dibarengi dengan pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) agar bangsa Indonesia tidak tertinggal dari negara lain.
Ia meyakini bahwa seluruh dasar Iptek sebenarnya sudah tertuang dalam Alquran.
Mengingat suasana yang masih dalam momentum Idul Fitri, jenderal bintang dua ini juga menyampaikan ucapan selamat lebaran serta permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh jamaah.
Ia berpesan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh upaya adu domba yang dapat memecah belah bangsa.
“Hal yang juga paling penting adalah menjaga persatuan dan kesatuan. Jangan sampai kita mudah diadu domba sesama masyarakat,” pungkasnya.
Acara yang dipimpin oleh KH Nur Rohman dan Gus Ragil ini berlangsung khidmat dengan rangkaian kegiatan zikiran, salawatan bersama, sedekahan untuk sesama dan pengajian sebagai sarana edukasi umat.
Kehadiran perwakilan Kemenko PMK ini menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan tokoh agama dalam menyampaikan pesan-pesan pembangunan manusia dan kebudayaan secara langsung di tingkat akar rumput. (*)
Reporter: Zakky Adnan











