Lawan DBD dan Tanamkan Karakter, SDN Jurumudi 4 Rutinkan Kerja Bakti 

Siswa SDN Jurumudi 4 Kota Tangerang sedang melakukan kegiatan bersih-bersih di sekolah, Selasa 14 April 2026.

BENDA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Menjaga kebersihan lingkungan sekolah bukan sekadar rutinitas bagi SDN Jurumudi 4 Kota Tangerang. Di bawah arahan Kepala Sekolah Maesaroh, sekolah ini menjadikan kegiatan kerja bakti sebagai benteng pertahanan utama melawan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sekaligus sarana edukasi karakter bagi para siswa.

 

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang dilaksanakan setiap hari Selasa dan Jumat pagi ini, melibatkan seluruh elemen sekolah sebelum jam pelajaran efektif dimulai. Kemudian, ini menjadi sebuah langkah yang konsisten dalam mengantisipasi adanya sarang nyamuk di area sekolah.

 

 

Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Maesaroh, Kepala SDN Jurumudi 4 Kota Tangerang. Ia menjelaskan, bahwa fokus utama pembersihan menyasar pada titik-titik rawan yang sering terabaikan, seperti area di bawah meja kelas.

 

“Tujuannya untuk membersihkan lingkungan sekolah, kemudian juga kita mencegah yang namanya DBD. Biasanya kalau banyak sampah di dalam kolong meja, itu bisa jadi sarang nyamuk. Kita bersihin supaya anak tercegah dari DBD,” ujar Maesaroh saat diwawancarai oleh Bantenekspres.co.id, Selasa 14 April 2026.

 

Maesaroh menekankan, kesehatan siswa adalah prioritas utama agar proses belajar tidak terganggu. “Pengen kita sih anak murid didik kita tuh semua sehat, kita enggak ada yang pengen sakit. Walaupun sakit itu Allah yang menentukan, tapi kita kan hanya bisa mencegah,” tambahnya.

 

Selain itu, mengingat jumlah siswa yang cukup banyak di area komplek sekolah. Maesaroh menerapkan strategi pembagian tugas agar pembersihan berjalan maksimal. Siswa kelas rendah (Kelas 1) difokuskan pada kebersihan di dalam ruang kelas mereka sendiri, sementara siswa kelas tinggi (4, 5, dan 6) membantu guru membersihkan area lapangan dan lingkungan luar.

 

“Kalau semuanya turun ke lapangan, kelasnya kotor, ya sama aja. Jadi kita bagi, sebagian di kelas mengepel, sebagian lagi turun membersihkan lapangan. Jadi bersih semua,” jelasnya.

 

Selain aksi bersih-bersih, pihak sekolah juga mulai menggalakkan solusi preventif untuk menekan volume sampah harian. Para siswa kini diwajibkan membawa tempat makan dan botol minum tumbler sendiri dari rumah.

 

“Kita sudah mewajibkan anak-anak membawa tempat makan dan minum sendiri untuk mengurangi sampah yang masuk ke lingkungan sekolah. Jadi kalau jajan, mereka tidak membawa sampah plastik lagi ke dalam sekolah,” kata Maesaroh.

 

Menutup pembicaraan, Maesaroh berharap kegiatan ini tidak dianggap sebagai beban oleh para siswa maupun guru, melainkan sebuah budaya yang bermanfaat bagi diri sendiri. “Pesan saya, kita tetap lestarikan budaya bersih-bersih ini karena sangat bermanfaat buat diri kita sendiri dan lingkungan. Syaratnya, kita ngerjainnya harus ikhlas, jadi jangan terbebani. Harapannya sekolah kita menjadi bersih, aman, nyaman, dan lestari,” pungkasnya.

 

Kegiatan Selasa pagi di SDN Jurumudi 4 Kota Tangerang ini dilanjutkan dengan pembiasaan tadarus dan literasi. Sementara itu, pada hari Jumat diisi dengan salat Dhuha berjamaah dan pembacaan Yasin sebelum memulai kerja bakti. (*)

 

Reporter: Muhammad Dhuyuf Khuzaimi

Pos terkait